Satukan Persepsi, Gabungan Pemuda PMII Dan GMNI Deklarasi Pemilu Damai 2024

Ket Foto: Temu Pemuda Samarinda mengusung tema Menakar Kualitas Demokrasi Menuju Pemilu Damai 2024, Kamis ( 21/12/2023).

SAMARINDA, NUSANTARANEWS -Pemuda Samarinda yang berasal dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) bersatu menggelar deklarasi Pemilu damai di Cafe T-Co, Jl Bangeris Kota Samarinda, Kamis ( 21/12/2023).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah penyatuan semangat pemuda, tetapi juga sebagai upaya konkret dalam mendorong partisipasi mereka dalam merumuskan masa depan demokrasi Indonesia sukses menyedot antusiasme segenap kaum pemuda.

Diskusi yang menjadi bagian integral dari kegiatan ini menghadirkan narasumber terkemuka dari kalangan akademisi dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Timur. Tema utama yang diangkat adalah peran strategis pemuda dalam menjaga kualitas demokrasi, terutama menghadapi Pemilu 2024.

Ketua PC PMII Samarinda Ahmad Naelul Abrori bersama Ketua GMNI Samarinda Alfons, Satukan tekad bersama, ciptakaan Pemilu Damai.

Ketua GMNI Kota Samarinda Alfons, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya pemuda membuka mata terhadap Pemilu ke depan. Ia menekankan bahwa suara generasi Z ( Gen’Z) memiliki dampak besar dalam Pemilu tahun 2024 dan perlu dimanfaatkan dengan baik.

“Pemimpin masa depan kita akan menentukan nasib pemuda, termasuk contohnya dalam hal mencari ruang untuk bekerja dan mengatasi problematika seperti uang kuliah mahal,” ujar Alfons.

Diskusi juga mengulas isu-isu krusial dalam pemilihan, seperti indikator pemilihan yang baik, penolakan money politik, dan penanggulangan golongan putih (golput) Alfons memandang bahwa, pemuda harus memiliki indikator yang jelas ketika memilih calon, misalnya menolak caleg yang terlibat dalam money politik. Ia memperingatkan akan dampak buruk jika pemuda membuat pilihan yang tidak tepat terkait dengan pemimpin masa depan.

“Misalkan bicara soal indikatornya ketika misalkan ada caleg yang memberikan uang atau money politik, jelas ini salah dan itu yang kemudian menjadi indikator bahwa pemilih Atau caleg ini ini merupakan contoh yang buruk,” lanjutnya.

Baca Juga  BAZNAS Samarinda Menggelar Khitanan Massal ke-4 di Madrasah Ibtidaiyah Al Mujahidin

Pemimpin GMNI ini juga menyoroti aspek partisipatif pemuda dalam menjaga kesehatan demokrasi. Menurutnya, pemuda memiliki peran strategis dalam proses demokrasi, terutama jika partisipasinya tinggi.

Alfons memandang tantangan untuk para pemuda menjaga demokrasi dengan turut serta dalam pemilihan karena menurutnya, salah satu problematika bagi generasi pemuda saat ini adalah golput.

“Makanya memang kita menggencarkan diskusi ini terkhusus nanti. Kemudian kita buka juga di ruang ruang kampus untuk kemudian mereka sadar dan hadir di tps nanti untuk memilih sehingga ini mengurangi yang namanya bicara soal golput,”

“Karena memang kita melihat bahwa kemudian untuk hadir ke tps aja, misalkan pemilih pemula atau pemuda ini masih mager gitu. Nah ini yang coba kita dorong kita bentuk kesadaran pemuda.  supaya kemudian mereka hadir ke tps dan menentukan hak suaranya, sehingga kemudian ia bisa berdampak terhadap nasibnya nanti,” terang Alfons.

Ketua PMII Ahmad Naelul Abrori saat di wawancara terkait tujuan kegiatan ini di gelar.

Ketua PMII Kota Samarinda, Ahmad Naelul Abrori juga turut ambil bagian dalam menyuarakan harapannya.
Menurutnya, dibutuhkan peran dari semua pihak untuk menciptakan sebuah pemilu damai yang menjadi harapan semua masyarakat selama ini. Pemilu yang bersih, jujur dan adil juga dibutuhkan untuk menjaga kesehatan demokrasi dan kondusifitas politik.

“Dari kami PMII tentu dalam rangka menuju 2024, Pemilu damai menjadi harapan kita sepanjang sejarah Pemilu kita.

Ini menjadi hal menarik dan dibutuhkan semua elemen, termasuk kehadiran kami bersama GMNI cabang Samarinda, agar Pemilu tahun 2024 dapat berjalan damai, jujur, adil, dan tentunya tanpa money politik atau kampanye hitam,” ungkapnya.

Baca Juga  DPRD Minta THM dan Tempat Jualan Miras di Samarinda Hentikan Operasional Selama Bulan Puasa Ramadhan

Abrori sepakat bahwa tahun 2023 telah dipenuhi dengan kontroversi terkait undang-undang, seperti revisi undang-undang IKN, Rancangan Undang-Undang P 4, dan isu-isu seputar omnibus law. Mereka menekankan perlunya menjaga kondusifitas politik dan mendukung demokrasi yang sehat. PMII dan GMNI mengajak pemuda untuk tetap bersatu meskipun terdapat perbedaan pandangan politik, dengan tujuan menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa.

“Suka tidak suka, mau tidak mau, meskipun undang-undang kontroversial telah disahkan, tetapi masih menjadi polemik di tengah masyarakat. Ini menjadi bagian dari proses demokrasi, dan kita perlu menjaga kondusifitas dengan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan seperti ini,” ucapnya

Menurutnya perbedaan seharusnya menjadi sebuah penyedap rasa dalam berpolitik karena dengan perbedaan maka akan timbul kritik kritik yang membangun dan evaluasi, namun kendati demikian untuk mewujudkan hal ini tentu diperlukan pastisipasi dari semua elemen masyarakat.

“Demokrasi tentu lebih sehat. Lebih bagus adalah dengan hadirnya oposisi ya berupa kritik, kritik ataupun evaluasi. Makanya kemudian dibutuhkan semua elemen supaya bisa saling mengingatkan satu sama lain,” jelas Abrori.

Lebih lanjut menurut Abrori, kritik dan oposisi merupakan elemen demokrasi yang sudah menjadi wasiat turun temurun oleh para pendahulu untuk terus dijaga dan menjadi sebuah proses dalam bernegara.

“Itu juga akan kemudian pesan founding father kita pesan guru dan ulama kita untuk walaupun kita mencintai bangsa ini, tapi juga tidak mungkin kita tidak melepaskan yang namanya kritik dan saran terhadap proses proses bernegara,” kata Abrori.

PMII dan GMNI berharap deklarasi ini menjadi pemicu kesadaran pemuda Samarinda untuk hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilu 2024 nanti. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi tingkat abstain dan mendorong pemuda untuk berperan aktif dalam menjaga demokrasi yang berlandaskan hak asasi manusia, kebebasan berekspresi, dan partisipasi yang tinggi.

Baca Juga  Warga Samarinda Seberang Tumpah Ruah ke Jalanan Ikuti Jalan Sehat Bersama Energi Baru Samarinda

Deklarasi dan diskusi ini bukan hanya seremonial semata, melainkan sebuah komitmen nyata dari PMII dan GMNI dalam membentuk pemuda yang cerdas, kritis, dan berdaya untuk membangun masa depan bangsa. Dengan partisipasi dan kesadaran pemuda, diharapkan demokrasi Indonesia akan semakin kuat dan berjalan sesuai dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi.

Dalam kesempatan itu dilakukan pula deklarasi pemilu 2024 yang berisikan ikrar sebagai berikut:

Assalamualaikum wr. wb.
Salam sejahtera untuk kita semua
Salam kebajikan

Hidup mahasiswa
Hidup rakyat Indonesia
Kami pemuda – pemudi Kota Samarinda, atas dasar keyakinan, keilmuan serta kesadaran yang sungguh – sungguh dengan ini menyatakan sikap.

1. setia dan menjaga komitmen terhadap Pancasila dan UUD NKRI Tahun 1945 menjaga keutuhan NKRI;

2. Menolak segala bentuk aktivitas politik uang korupsi, kolusi dan nepotisme serta kecurangan pemilu lainnya.

3. Siap menjaga dan mengawal proses pemilu tahun secara damai, jujur bersih dan adil.
Demikian sikap yang dapat kami sampaikan, semoga senantiasa dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Samarinda 23 Desember 2023.

Wassalamu’alaikum wr wb
Salam sejahtera untuk kita semua
Om swastiastu, Namo Budaya
Salam kebajikan
Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia, Hidup Pemuda !!! ( M@n).