BALIKPAPAN, nusantaranews.info — Riuh tepuk tangan membahana di GOR Gelora Patra, Balikpapan, akhir pekan lalu, saat satu per satu karateka dari Tim Bhayangkara Presisi Polda Kalimantan Timur naik podium. Dalam tiga hari gelaran Kejuaraan Karate Terbuka Piala Pangdam VI/Mulawarman 2025, tim yang terdiri dari 21 personel Polda Kaltim itu berhasil membuktikan kapasitasnya sebagai kekuatan yang tak bisa diremehkan.
Tak tanggung-tanggung, total 25 medali berhasil diraih: 7 emas, 4 perak, dan 14 perunggu, ditambah dengan dua penghargaan bergengsi Best of The Best Kumite Putra dan Putri untuk kategori TNI-Polri. Capaian ini bukan hanya soal angka—ini adalah cerita tentang ketekunan, semangat juang, dan kebanggaan sebagai bagian dari institusi Bhayangkara.
Kejuaraan yang mempertemukan 42 kontingen dari Kalimantan Timur, Utara, dan Selatan itu menjadi panggung unjuk kemampuan sekaligus pembuktian bahwa dedikasi para anggota kepolisian tak hanya terlihat di lapangan tugas, tetapi juga di arena olahraga. Di balik keberhasilan ini, terdapat sosok pembina yang tegas sekaligus inspiratif, Kombes Pol Pepen Supena Wijaya, S.I.K., Kepala SPN Polda Kaltim. Bersama manajer official Brigpol Novie dari Ditlantas Polda Kaltim, ia membentuk tim yang solid dan fokus menghadapi persaingan.
“Ini adalah kemenangan seluruh tim. Kami hanya menyediakan ruang dan bimbingan, tapi semangat juang ada di dada para karateka sendiri,” ucap Kombes Pepen dengan bangga.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini tak akan berhenti di sini. Menurutnya, ajang ini adalah momentum yang akan mendorong semangat pembinaan olahraga di tubuh Polda Kaltim semakin kuat.
“Kami ingin mencetak personel Polri yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tapi juga mampu berprestasi dalam bidang lain, termasuk olahraga bela diri seperti karate.”
Masuk dalam jajaran lima besar kontingen dengan raihan medali terbanyak, Tim Karate Bhayangkara Presisi Polda Kaltim kini tidak hanya membawa pulang medali, tapi juga membawa pulang harapan, semangat, dan inspirasi. Karena di balik setiap gerakan di atas tatami, tersimpan dedikasi dan kecintaan yang dalam pada institusi, pada tugas, dan pada kehormatan.













