SAMARINDA, nusantaranews.info – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 012 Samarinda Ulu tahun ajaran 2026/2027 berlangsung lancar dan mendapat sambutan positif dari peserta didik maupun orang tua. Selama lima hari pelaksanaan, sekolah mengedepankan konsep MPLS Ramah yang menitikberatkan pada pembelajaran yang menyenangkan, edukatif, dan bebas dari perundungan maupun diskriminasi.
Kepala SDN 012 Samarinda Ulu, Aminem, S.Pd., mengatakan konsep MPLS Ramah merupakan program dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang bertujuan membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah tanpa rasa takut maupun tertekan.
“Anak-anak harus datang ke sekolah dengan perasaan senang. Jangan sampai mereka merasa takut, minder, atau tidak percaya diri. Justru yang ingin kita tumbuhkan adalah semangat, motivasi, dan rasa nyaman untuk belajar,” ujarnya, Senin (27/07/2026).
Menurut Aminem, salah satu materi utama dalam MPLS tahun ini adalah penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KIA). Program tersebut tidak hanya dikenalkan kepada siswa, tetapi juga melibatkan orang tua melalui jurnal kegiatan yang dibawa pulang dan dievaluasi setiap bulan.
Selain itu, sekolah juga menerapkan program Pagi Ceria yang diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu-lagu wajib nasional, Senam Anak Indonesia Hebat, hingga kegiatan ice breaking agar siswa tidak merasa jenuh.
“Saya sangat mengapresiasi program dari Kemendikdasmen ini. Anak-anak mendapat edukasi, motivasi, inspirasi, sekaligus menikmati proses belajar yang menyenangkan tanpa adanya diskriminasi,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberhasilan MPLS, pihak sekolah terlebih dahulu mengundang orang tua peserta didik tiga hari sebelum kegiatan dimulai. Dalam sosialisasi tersebut, sekolah menjelaskan tujuan MPLS, visi dan misi sekolah, serta berbagai program unggulan yang akan dijalankan.
Langkah tersebut dinilai efektif karena orang tua memahami proses adaptasi yang akan dijalani anak selama lima hari pertama di sekolah.
“Setelah orang tua memahami tujuan MPLS, mereka juga lebih siap mendampingi anak. Alhamdulillah, setelah kegiatan selesai hampir tidak ada lagi anak yang menangis atau harus ditunggu orang tuanya di depan kelas,” ungkapnya.
Pada tahun ajaran ini, SDN 012 Samarinda Ulu menerima 96 peserta didik baru yang terbagi dalam tiga rombongan belajar, masing-masing berisi 32 siswa. Sementara jumlah keseluruhan peserta didik di sekolah tersebut mencapai 586 siswa dengan total 20 rombongan belajar yang dibagi dalam sesi pagi dan siang.

Aminem menjelaskan, proses pembelajaran bagi siswa kelas I juga dilakukan secara bertahap. Guru tidak langsung memberikan materi akademik secara penuh, melainkan mengawali dengan aktivitas yang melatih kemampuan motorik dan pengenalan konsep melalui benda-benda konkret.
“Anak usia kelas satu masih berada pada masa transisi dari dunia bermain ke dunia belajar. Karena itu mereka tidak bisa langsung dipaksa menulis atau berhitung. Mereka harus memahami dulu bentuk huruf, jumlah benda, hingga konsep angka melalui kegiatan yang menyenangkan,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut telah lama diterapkan dalam pendidikan dasar dan tetap relevan hingga sekarang, hanya disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi.
Selain materi wajib dari Kemendikdasmen, SDN 012 Samarinda Ulu juga menambahkan materi pilihan yang disesuaikan dengan program sekolah. Sebagai sekolah berpredikat Adiwiyata, seluruh peserta didik dibiasakan membawa tumbler untuk mengurangi penggunaan botol dan gelas plastik sekali pakai.

“Kami ingin membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak dini. Tujuannya bukan karena sekolah tidak memiliki tempat sampah, tetapi agar anak-anak terbiasa mengurangi sampah plastik,” terangnya.
Kedepan, Aminem berharap program MPLS Ramah terus dikembangkan dengan berbagai inovasi sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang semakin nyaman bagi peserta didik baru.

“Harapan kami, setelah mengikuti MPLS, anak-anak merasa bahagia berada di sekolah. Kalau mereka datang tanpa rasa takut, proses pembelajaran akan berjalan lebih maksimal dan hasil belajarnya juga akan lebih baik,” pungkasnya.













