Ismail Latisi Tekankan Transformasi Pendidikan Tak Cukup Hanya Bangun Gedung Baru

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, S.Pd.

SAMARINDA.nusantaranews.info – Pembangunan gedung sekolah baru dinilai perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas pendidikan.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, S.Pd., menegaskan transformasi pendidikan menjadi hal yang lebih penting dibanding sekadar pembangunan fisik.

Menurut Ismail Latisi, S.Pd., sekolah yang diresmikan pemerintah harus mampu menghadirkan perubahan dalam proses belajar mengajar sehingga berdampak pada peningkatan kualitas peserta didik.

“Jangan berhenti pada bangunan fisik. Yang paling penting adalah transformasi pendidikan,” kata Ismail Latisi, S.Pd., di SD Negeri 013 Samarinda Utara, Kamis (10/09/2026).

Ia menjelaskan, paradigma pendidikan saat ini perlu bergeser dari pembelajaran yang berpusat pada guru menuju pembelajaran yang berpusat pada siswa atau student centered.

Baca Juga  DPRD Samarinda Kawal Program Samarinda Terang 2027, Tiga Ruas Jadi Prioritas

“Tidak lagi teacher centered, tetapi student centered. Bagaimana siswa menjadi pusat dalam proses pembelajaran dan nilai-nilai pendidikan benar-benar diterapkan,” katanya.

Pihaknya menilai pendidikan karakter harus menjadi perhatian utama di lingkungan sekolah. Hal tersebut dapat dimulai dari kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan, disiplin, hingga kepedulian terhadap lingkungan.

“Nilai pendidikan harus teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Tadi juga disampaikan soal kebersihan, sampah, dan bagaimana karakter anak dibentuk sejak di sekolah,” jelasnya.

Baca Juga  Komisi IV DPRD Samarinda Dorong Transformasi Perpustakaan Digital Tingkatkan Minat Baca

Menurutnya pembangunan sumber daya manusia tidak hanya diukur dari fasilitas sekolah, tetapi juga dari karakter dan kompetensi peserta didik.

Ia menyebut transformasi pendidikan akan menjadi salah satu fondasi penting dalam menyiapkan generasi muda menghadapi Indonesia Emas 2045.

“Kalau kualitas pendidikan meningkat dan karakter anak-anak terbentuk, dampaknya akan sangat besar untuk pembangunan daerah maupun bangsa ke depan,” ujarnya.

Ia berharap seluruh sekolah di Samarinda tidak hanya memiliki gedung yang layak, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas serta membangun karakter siswa secara berkelanjutan.

Penulis: Nng