SAMARINDA.nusantaranews.info– Wakil Ketua III DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, S.H., M.H., mengimbau masyarakat memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan tetap aktif agar tidak mengalami kendala saat membutuhkan pelayanan medis di rumah sakit.
Imbauan tersebut disampaikan Celni Pita Sari, S.H., M.H., saat menghadiri peresmian Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) RSUD IA Moeis dan sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Samarinda, Senin (31/08/2026).
Menurutnya, sebagian besar layanan kesehatan di RSUD IA Moeis dapat diakses menggunakan BPJS Kesehatan sehingga status kepesertaan menjadi hal yang penting.
“Pelayanan di sini rata-rata bisa menggunakan BPJS karena memang ini rumah sakit milik Kota Samarinda,”jelasnya.
Namun, Celni mengaku masih menemukan masyarakat yang baru mengetahui kepesertaan BPJS mereka tidak aktif ketika sudah datang berobat ke fasilitas kesehatan.
Kondisi tersebut membuat proses pelayanan harus tertunda karena peserta terlebih dahulu melakukan aktivasi kembali kepesertaan BPJS.
“Kita juga memberikan penyuluhan kepada warga masyarakat, jangan sampai BPJS-nya mati. Kadang kendalanya saat sakit ternyata BPJS-nya tidak aktif,” katanya.
Ia menjelaskan, keterlambatan aktivasi BPJS dapat berdampak pada tertundanya pelayanan kesehatan yang seharusnya bisa segera diterima pasien.
Karena itu, DPRD mendorong masyarakat rutin mengecek status kepesertaan BPJS, terutama bagi peserta mandiri yang harus membayar iuran setiap bulan.
Celni Pita Sari, S.H., M.H. berharap edukasi mengenai pentingnya menjaga kepesertaan BPJS tetap aktif dapat terus dilakukan pemerintah sehingga masyarakat tidak mengalami hambatan administratif ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.













