Ismail Latisi: Samarinda Masih Kekurangan Sekitar 500 Guru, Pengangkatan ASN Jadi Prioritas

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, S.Pd.

SAMARINDA.nusantaranews.info – Kebutuhan tenaga pendidik di Kota Samarinda masih menjadi perhatian Komisi IV DPRD Kota Samarinda. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Samarinda saat ini masih kekurangan sekitar 500 guru.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, S.Pd., mengatakan kondisi tersebut terjadi karena setiap tahun terdapat ratusan guru yang memasuki masa pensiun, sementara kebutuhan pengganti belum sepenuhnya terpenuhi.

“Data terakhir dari Dinas Pendidikan, kita kekurangan sekitar 500 guru,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kekurangan guru bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi berdampak langsung terhadap proses belajar mengajar di sekolah, terutama guru kelas pada jenjang sekolah dasar yang memiliki tanggung jawab mengajar setiap hari.

Baca Juga  Rendahnya Minat Parkir Berlangganan, DPRD Samarinda Usulkan Skema Cicilan dan Diskon

“Kalau guru kelas pensiun dan belum ada penggantinya, berarti siswa setiap hari kehilangan guru yang mengajar,” ujarnya.

Karena itu, Ismail menilai pemerintah perlu memprioritaskan pemenuhan kebutuhan tenaga guru, tanpa mengesampingkan kebutuhan tenaga kesehatan maupun profesi lainnya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari penentuan skala prioritas berdasarkan kebutuhan pelayanan publik yang paling mendesak.

“Bukan menganaktirikan nakes. Ini soal kebutuhan yang paling mendesak saat ini,” tegasnya.

Baca Juga  Silaturahmi Pejabat DPRD Kota Samarinda Halal Bihalal Idul Fitri 1445 H

Ia juga berpandangan status Aparatur Sipil Negara (ASN) lebih ideal bagi guru dibandingkan kontrak jangka pendek karena memberikan kepastian karier dan kesejahteraan.

“Kalau kesejahteraan guru terjamin, kualitas pembelajaran juga akan lebih baik,” ucapnya.

Ismail berharap pemenuhan kebutuhan guru menjadi bagian dari strategi menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia sehingga kekurangan tenaga pendidik perlu segera diatasi secara bertahap oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Penulis: Nng