Kukar  

BRMP Kaltim Dorong Petani Sebuntal Tanam Padi Musim Kedua

Gerakan Tanam Serentak di Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (31/08/2026).

KUKAR.nusantaranews.info– Di tengah ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Timur, upaya menjaga produksi pangan terus dilakukan. Salah satunya melalui Gerakan Tanam Serentak di Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (31/08/2026).

Gerakan Tanam Serentak tersebut dirangkaikan dengan demplot PM-AAS dan dilaksanakan di lahan Optimalisasi Lahan (OPLAH) yang dikelola kelompok tani yang tergabung dalam Brigade Pangan Petani Sukses. Dari sekitar 200 hektare lahan yang mendapatkan pendampingan, pada kegiatan kali ini dilakukan penanaman seluas 10 hektare.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, BP2SDMP, Dr. Muhammad Amin, yang juga merupakan Penanggung Jawab Brigade Pangan Provinsi Kalimantan Timur, menyampaikan apresiasi kepada BP Petani Sukses dan BP Sipatokong yang telah mendampingi petani dalam mengolah lahan.

“Pada kesempatan ini kami menyampaikan apresiasi kepada BP Petani Sukses dan BP Sipatokong yang telah mendampingi para petani dalam mengolah lahan seluas 200 hektare. Pada kegiatan tanam kali ini, kita melaksanakan penanaman seluas 10 hektare,” jelasnya.

Menurutnya, pendampingan terhadap petani menjadi bagian penting dalam memastikan lahan yang tersedia dapat terus dioptimalkan untuk mendukung produksi pangan.

Baca Juga  Dua Dugaan Pelanggaran Pemilu di Kukar Masuk Penyelidikan Resmi Bawaslu

Sementara itu, Kepala BRMP Kaltim,Dr. Ahmad Subhan, M.Sc , mengatakan lahan OPLAH yang digunakan dalam kegiatan tersebut sekaligus menerapkan model tanam PM-AAS sebagai lahan percontohan.

“Di lahan OPLAH ini kita menerapkan model tanam PM-AAS seluas satu hektare sebagai lahan percontohan. Model ini diharapkan dapat menjadi contoh dalam meningkatkan produktivitas pertanian,” katanya.

Ia berharap model tersebut nantinya dapat diterapkan pada lahan lainnya sehingga peningkatan produktivitas dapat dilakukan secara lebih luas dan mendukung pencapaian swasembada pangan.

“Selanjutnya, model yang diterapkan ini diharapkan dapat dikembangkan dan diterapkan pada lahan-lahan lainnya, sehingga produktivitas dapat terus meningkat dan mendukung pencapaian swasembada pangan,” ujarnya.

Gerakan tanam tersebut mendapat perhatian dari Tenaga Ahli Menteri Bidang Akselerasi Standardisasi dan Program Strategis

Kementerian Pertanian, Prof. Dr. Ir. Abd. Haris Bahrun, M.Si. Ia menyampaikan, di tengah ancaman El Nino, lahan-lahan yang masih memiliki sumber air harus dimanfaatkan secara optimal untuk menjaga produksi pangan.

Baca Juga  Operasi SAR Perahu Tenggelam Di Sungai Mahakam Resmi Di turup

“Harapan kita, produksi pangan tetap terjaga dan terus meningkat walaupun menghadapi ancaman El Nino. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan Indeks Pertanaman, terutama pada lokasi-lokasi yang masih tersedia sumber air,” terangnya.

Di Desa Sebuntal, lahan pertanian yang menjadi lokasi tanam masih mendapatkan sumber air dari Bendungan Marangkayu. Kondisi tersebut memungkinkan petani melakukan penanaman untuk musim kedua.

“Dengan adanya sumber air, lahan yang tersedia dapat terus dimanfaatkan untuk menambah musim tanam. Ini menjadi salah satu upaya kita dalam menjaga produksi pangan di tengah ancaman kekeringan,” katanya.

Menurut Abd. Haris, keberhasilan menjaga produksi pangan membutuhkan keterlibatan dan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan hingga petani.

“Gerakan tanam serentak ini merupakan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan para petani. Sinergi ini penting untuk mengoptimalkan lahan dan menjaga produksi pangan,” ujarnya.

Kegiatan Gerakan Tanam Serentak dilaksanakan pada lahan OPLAH dan Cetak Sawah Rakyat (CSR). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan indeks pertanaman, produktivitas lahan, sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan.

Baca Juga  Dua Kepala Naga Dipasang di Museum Mulawarman, Tanda Awal Erau Kutai Kartanegara 2026

Kegiatan turut dihadiri Kapusdiklatan, Kepala BRMP Kaltim, jajaran Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara, Camat Marangkayu beserta unsur pemerintahan kecamatan dan desa, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, serta para petani.

Di tengah ancaman kekeringan, pemanfaatan sumber air Bendungan Marangkayu, pendampingan Brigade Pangan, dan penerapan model PM-AAS diharapkan mampu menjaga produktivitas lahan serta memperkuat upaya pencapaian swasembada pangan di Kalimantan Timur.

Penulis: Nng