SAMARINDA, nusantaranews.info – Kegiatan nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda tidak hanya menghadirkan hiburan bagi warga binaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembinaan mental dan kepribadian.
Hal itu disampaikan Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Timur, Muhamad Irvan Muayat, usai menyaksikan langsung antusiasme warga binaan dalam pertandingan yang dimenangkan Spanyol dengan skor tipis 1-0, Senin (20/07/2026) dini hari.

Irvan mengatakan, nobar menjadi momen yang telah lama dinantikan warga binaan. Meski menjalani masa pidana, mereka tetap dapat merasakan atmosfer kemeriahan final Piala Dunia layaknya masyarakat di luar.
“Antusias warga binaan sangat luar biasa. Mereka terlihat bahagia bisa menyaksikan pertandingan final Piala Dunia bersama-sama. Ini menjadi hiburan yang sangat berarti bagi mereka,” ujar Irvan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengobat rindu bagi warga binaan yang sebelumnya terbiasa menikmati pertandingan sepak bola bersama keluarga atau sahabat sebelum menjalani masa pembinaan.
“Empat tahun lalu mungkin mereka masih bisa menonton bersama keluarga atau teman-teman di luar. Sekarang, meski tidak bersama keluarga, mereka tetap bisa merasakan kebersamaan dengan sesama warga binaan dan petugas di dalam rutan,” katanya.
Suasana semakin semarak saat Spanyol mencetak gol tunggal kemenangan. Sorak sorai langsung menggema dari warga binaan yang mendukung La Roja, sementara pendukung Argentina tetap menikmati pertandingan hingga peluit panjang dibunyikan.
“Di dalam ada dua kubu pendukung. Ketika Spanyol mencetak gol, mereka yang menjagokan Spanyol langsung bersorak, melompat, dan merayakan kemenangan. Kebahagiaan seperti itulah yang ingin kami hadirkan bagi warga binaan,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar hiburan, Irvan menegaskan bahwa kegiatan nobar merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang bertujuan menjaga kondisi psikologis warga binaan tetap positif selama menjalani masa pidana.
Menurutnya, melalui kegiatan-kegiatan positif seperti ini, warga binaan diharapkan tetap merasakan perhatian dan perlakuan yang humanis sehingga memiliki semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat.
Selain menumbuhkan kebersamaan, semangat sportivitas yang ditampilkan dalam ajang Piala Dunia juga diharapkan dapat menginspirasi warga binaan, khususnya generasi muda, untuk mencintai olahraga dan terus mengejar prestasi setelah bebas nanti.
“Kami ingin masyarakat dan keluarga warga binaan mengetahui bahwa mereka dibina dengan baik, diperlakukan dengan baik, dan dipersiapkan agar ketika kembali ke tengah masyarakat dapat menjadi pribadi yang lebih baik serta lebih bermanfaat,” tutup Irvan.













