Lapas Kelas IIA Samarinda Kembangkan Program Ketahanan Pangan, Fokus Ayam Petelur dan Peternakan Produktif

Program peternakan ayam petelur di Lapas Kelas IIA Samarinda terus dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan dan kemandirian warga binaan

SAMARINDA, nusantaranews.info — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Samarinda di jl Sudirman terus mengembangkan program ketahanan pangan sebagai bagian dari implementasi program prioritas pemerintah pusat di bidang pembinaan dan kemandirian warga binaan.

Program tersebut difokuskan pada sektor peternakan, khususnya pengembangan ayam petelur yang saat ini mulai menunjukkan peningkatan signifikan di lingkungan lapas.

Kepala Seksi (Kasi) Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Samarinda, Gunawan

Kepala Seksi (Kasi) Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Samarinda, Gunawan mengatakan, program ketahanan pangan yang merupakan arahan Kalapas dan menjadi program unggulan Ditjenpas Kaltim sebagai tindak lanjut program Kementerian Imipas terkait penguatan sektor pangan di lingkungan pemasyarakatan.

“ Sesuai perintah Bapak Kalapas terkait ketahanan pangan, khususnya di bidang peternakan, di Lapas Kelas IIA Samarinda saat ini terdapat sekitar 50 ekor ayam petelur. Dari jumlah tersebut, produksi telur mencapai sekitar 25 butir setiap harinya. Tentunya program ini akan terus kami kembangkan ke depannya,” ujarnya kepada media nusantaranews.info

Baca Juga  BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur Targetkan Penghimpunan Rp5 Miliar melalui Program Layanan Kurban 2026

Menurutnya, pihak lapas juga merencanakan penambahan populasi ayam petelur. Namun, pengembangan tersebut masih terkendala keterbatasan lahan dan sarana kandang.

“Kami juga berencana melakukan penambahan ayam petelur, namun saat ini masih terkendala ketersediaan lahan. Nantinya akan kami pikirkan kembali untuk pengembangannya. Selain itu, kami juga memiliki program pengembangan ayam kampung. Saat ini kami masih dalam tahap persiapan kandang, dan ke depan akan diarahkan pada pengembangan ayam kampung jenis Joper,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, perawatan ternak dilakukan secara rutin guna menjaga kesehatan dan produktivitas ayam petelur. Gunawan menyebutkan, kandang dibersihkan setiap minggu, sementara kotoran ayam dibersihkan setiap hari menggunakan air mengalir.

“Selain itu, ayam petelur juga diberikan vaksin agar kesehatannya tetap terjaga dan hasil produksinya lebih maksimal,” katanya.

Ia menambahkan, perawatan harian ternak turut melibatkan dua orang warga binaan yang bekerja di bawah pengawasan petugas kemandirian lapas. Program tersebut tidak hanya bertujuan mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan.

Baca Juga  Pameran Seni dan Pemberdayaan Masyarakat Samarinda di Kelurahan Karang Anyar

“Harapan saya program ini dapat menambah PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Selain itu, warga binaan setelah selesai menjalani masa pidananya nanti bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat selama di dalam lapas, khususnya dalam bidang ketahanan pangan dan peternakan,” ujarnya.

Kalapas Kelas IIA Samarinda Yohanis Varianto

Sementara itu, Kalapas Kelas IIA Samarinda, Yohanis Varianto menyampaikan bahwa program ketahanan pangan di lapas mengalami perkembangan positif dibanding sebelumnya.

“Program ketahanan pangan, khususnya ayam petelur di Lapas Kelas IIA Samarinda, saat ini mengalami peningkatan. Sebelumnya hanya ada beberapa ekor saja, namun sekarang sudah berkembang menjadi kurang lebih 50 ekor ayam petelur,” ungkapnya.

Selain pengembangan ayam petelur, pihak lapas juga mengembangkan sektor lain seperti budidaya lele serta merencanakan pengembangan ayam kampung dan madu kelulut.

“Iya, memang ke depan sudah kami rencanakan ada beberapa item tambahan. Walaupun lahan yang kami miliki terbatas, namun masih bisa dimanfaatkan secara maksimal,” katanya.

Baca Juga  Wakapolda Kaltim Sambut Kedatangan Ketua Umum PBTI di Samarinda

Yohanis berharap program ketahanan pangan tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun kebutuhan internal lapas.

“Program ini kami kembangkan untuk mendukung kebutuhan dasar, baik untuk warga binaan maupun kebutuhan pegawai. Jadi hal-hal yang masih bisa dikembangkan akan terus kami dorong agar ke depan lebih bermanfaat dan lebih maju lagi,” tutupnya.

Penulis: manEditor: nng