BK Porprov Squash Kaltim 2025 Resmi Dibuka, Seno Aji Dorong Pembinaan Atlet Sejak Dini

Ket.foto: Wakil Gubenur Kaltim Ir.H. Seno Aji M.Si

SAMARINDA, nusantaranews.info – Rangkaian seleksi menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) ke-VIII Tahun 2026 resmi bergulir.

Salah satunya ditandai dengan pembukaan Babak Kualifikasi (BK) Porprov Squash Kaltim 2025 yang digelar di Lapangan Squash Kompleks GOR Kadrie Oening, Samarinda, Kamis (11/12/2025).

Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Squash Indonesia (PSI) Kaltim, Seno Aji, hadir langsung membuka kegiatan sekaligus memberikan motivasi kepada para atlet yang berlaga.

Ia menegaskan bahwa babak kualifikasi merupakan fondasi penting dalam mencetak atlet berprestasi yang mampu bersaing di level provinsi hingga nasional.

“Porprov ini akan melahirkan bibit-bibit atlet baru. Atlet yang berprestasi tentu akan kita dorong untuk naik ke tingkat provinsi, bahkan nasional,” ujar Seno Aji.

Orang nomor dua di Kaltim ini juga menekankan, pentingnya koordinasi yang solid antar pengurus cabang. Agar proses pembinaan, dan mobilisasi atlet berjalan optimal.

Baca Juga  Ketum PB GEPAK "Abraham Ingan" Imbau Aksi Demo 1 September di Samarinda Berjalan Aman,Damai dan Tertib

Menurut Seno, keseriusan pengurus menjadi kunci keberhasilan pembinaan olahraga squash di daerah.

Babak kualifikasi squash ini berlangsung selama 8–14 Desember 2025 dan diikuti delapan pengurus cabang kabupaten/kota.

Kabupaten Berau tidak ambil bagian dalam kualifikasi, sementara Kabupaten Paser mendapatkan wildcard sebagai tuan rumah Porprov Kaltim 2026.

Setiap pengurus cabang mengirimkan masing-masing delapan atlet putra dan delapan atlet putri.

Sebanyak delapan nomor pertandingan diperlombakan dengan total 80 medali yang diperebutkan, terdiri dari 20 emas, 20 perak, dan 40 perunggu.

Dalam kesempatan tersebut, Seno Aji juga menyoroti ketimpangan sarana dan prasarana squash di sejumlah daerah.

Baca Juga  Hasanuddin Mas'ud Dorong Pemerataan Guru dan Perbaikan Sarana Pendidikan di Kaltim

Ia menyebut fasilitas latihan di Paser, Penajam Paser Utara, Bontang, Berau, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu masih perlu mendapat perhatian serius.

“Talenta atlet squash Kaltim luar biasa, tetapi sarana latihannya belum merata. Kita harus memastikan anak-anak bisa berlatih dengan baik di daerah masing-masing,” tegasnya.

Seno juga menambahkan, mengelola organisasi olahraga membutuhkan komitmen dan dedikasi tinggi dari para pengurus.

“Mengurus olahraga itu harus serius, bahkan kadang perlu totalitas penuh agar pembinaan dan kompetisi bisa berjalan,” katanya.

Seno juga mengungkapkan bahwa Kaltim telah memiliki atlet squash yang tampil di tingkat internasional.

Maka dari itu Ia berharap, capaian tersebut mampu menjadi pemicu semangat bagi atlet-atlet muda lainnya.

Terkait rencana tidak dipertandingkannya cabang squash pada PON NTT–NTB mendatang.

Baca Juga  Polda Kaltim Laksanakan Pengamanan Terpadu Kunjungan Kerja Presiden RI di Kalimantan Timur

Diakhir Ketua DPD Gerindra Kaltim itu juga turut menyebutkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan gubernur dan berharap ada solusi terbaik.

“Mudah-mudahan cabang ini tetap bisa dipertandingkan. Kita berharap masih ada jalan,” pungkasnya.

Penulis: HasEditor: Nng