Tragedi di Dermaga Pasar Pagi Sangkulirang: Pria yang Terjun ke Laut Ditemukan Meninggal Dunia

ket. foto: Tim SAR Gabungan menyisir perairan di sekitar Dermaga Pasar Pagi Sangkulirang dalam upaya pencarian korban yang terjun ke laut, Rabu (29/5/2025). Operasi berlangsung selama dua hari sebelum korban akhirnya ditemukan.

KUTIM,SANGKULIRANG, nusantaranews.info – Suasana duka menyelimuti Desa Benua Baru Ilir, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur. Seorang pria bernama Made Sukadana (37) ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan terjun ke laut dari Dermaga Pasar Pagi pada Rabu pagi, 28 Mei 2025.

Insiden tragis ini bermula saat korban terlihat mengendarai sepeda motor menuju dermaga sekitar pukul 09.00 WITA. Tanpa diduga, ia tiba-tiba melompat ke laut bersama motornya. Sejumlah warga yang menyaksikan kejadian itu sempat berusaha mencegah, namun gagal.

Baca Juga  2 Pemancing Terjebak Badai di Perairan Lamaru Berhasil Dievakuasi Tim SAR Balikpapan

Menanggapi laporan dari Polsek Sangkulirang yang masuk pukul 11.20 WITA, Tim SAR Gabungan dipimpin oleh Koordinator Pos SAR Sangatta, Aurelius Godja, langsung dikerahkan ke lokasi kejadian dengan peralatan lengkap.

“Pencarian berlangsung intens selama dua hari. Korban akhirnya ditemukan pada Rabu malam pukul 18.50 WITA, sekitar 400 meter dari titik awal dia terjun ke laut,” ujar Aurelius dalam keterangan resminya.

ket. foto: Petugas mengevakuasi jenazah korban Made Sukadana yang ditemukan sekitar 400 meter dari lokasi awal kejadian. Proses evakuasi berlangsung Rabu malam (29/5/2025) di Kutai Timur.

Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan langsung dievakuasi ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.Aurelius juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh unsur SAR, aparat, dan masyarakat yang turut membantu dalam proses pencarian.

Baca Juga  Seno Aji Beri Ucapan Selamat Kepada Dua Anggota DPRD Kaltim Yang Baru Dilantik Hasil PAW

“Meski terkendala arus bawah laut yang cukup kuat dan sinyal komunikasi yang terbatas, semangat tim tetap tinggi. Cuaca yang cukup bersahabat turut mendukung proses evakuasi,” jelasnya.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup. Seluruh personel kembali ke satuan masing-masing setelah menjalankan tugas kemanusiaan tersebut.