SAMARINDA.nusantaranews.info— Pemanfaatan videotron milik Pemerintah Kota Samarinda mendapat sorotan dari Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi. Ia menilai fasilitas tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) apabila dikelola secara lebih maksimal.
Menurut Iswandi S.E., M.M., videotron yang tersebar di sejumlah titik di Samarinda seharusnya tidak hanya dimanfaatkan sebagai media sosialisasi internal pemerintah, tetapi juga dapat dibuka sebagai ruang promosi komersial yang menghasilkan pemasukan bagi daerah.
“Kalau videotron itu dikomersialkan tentu bisa menjadi tambahan pendapatan daerah, termasuk membantu biaya operasional seperti listrik pada masing-masing OPD,” terangnya saat ditemui di DPRD Samarinda.
Politisi PDI Perjuangan tersebut menilai keberadaan videotron merupakan aset daerah yang dibangun dengan anggaran besar. Karena itu, pengelolaannya perlu diarahkan agar memberi nilai tambah dan manfaat ekonomi bagi pemerintah daerah.
Ia menyebut biaya pengadaan videotron mencapai miliaran rupiah, ditambah biaya operasional yang tidak sedikit, terutama untuk kebutuhan listrik dan perawatan perangkat.
“Pengadaannya besar, operasionalnya juga besar. Jadi memang perlu dipikirkan bagaimana aset ini bisa lebih produktif,” katanya.
Selain itu, Iswandi juga menyoroti perlunya peningkatan pemeliharaan videotron agar seluruh perangkat dapat berfungsi optimal dan dimanfaatkan secara konsisten.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu melakukan pendataan jumlah videotron yang dimiliki masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), kemudian menyusun skema pengelolaan yang lebih efektif melalui sistem kerja sama atau penyewaan ruang iklan.
“Kalau dikelola dengan baik, videotron ini bisa menjadi salah satu sumber tambahan PAD untuk daerah,” tutupnya.













