SIM-RISK, Inovasi Baru untuk Tingkatkan Akurasi Pengelolaan Risiko

JAKARTA, nusantaranews.info – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) tengah menyiapkan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Risiko (SIM-RISK) untuk mempercepat proses identifikasi dan pengelolaan risiko di seluruh satuan kerja. Pengembangan aplikasi dilakukan bekerja sama dengan PT Bengkel Web Indonesia.

SIM-RISK digadang menjadi instrumen utama dalam penerapan manajemen risiko berbasis digital. Selama ini, pelaporan risiko di lingkungan Kemenimipas masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu lebih lama dan rentan ketidaktepatan. Melalui aplikasi baru ini, proses pengisian, pemantauan, hingga pelaporan risiko dapat berlangsung lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.

Baca Juga  Polri Tegaskan Klaim KKB Soal Pencurian Senjata adalah Hoax

“SIM-RISK akan memudahkan para kepala satuan kerja dalam melakukan pengelolaan risiko. Pemantauannya juga menjadi lebih efektif,” ujar Sekretaris Inspektorat Jenderal, Ika Yusanti.

Ika menambahkan, inovasi manajemen risiko berbasis teknologi informasi tersebut merupakan gagasan Marhadi, Kepala Bagian Perencanaan dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan. Dengan sistem baru ini, Kemenimipas bergerak menuju pengelolaan berbasis data analitik yang lebih cepat, efektif, dan presisi.

Baca Juga  Polres Dharmasraya Gelar Konferensi Pers, Ungkap Sejumlah Kasus Kriminal Selama Maret 2025

Kemenimipas menargetkan SIM-RISK dapat digunakan penuh pada akhir tahun ini, bertepatan dengan penyusunan dan penandatanganan Perjanjian Kinerja untuk tahun 2026. Nantinya, dokumen kinerja tersebut akan dilengkapi manajemen risiko yang telah terintegrasi dalam aplikasi.

Kehadiran SIM-RISK diharapkan memperkuat sistem pengawasan yang lebih modern, efisien, dan berbasis data di seluruh satuan kerja Kemenimipas.