Puji Setyowati Imbau Masyarakat Hindari Aktivitas Judi Online

Wakil ketua komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Puji Setyowati (Foto: Usman).

SAMARINDA.NUSANTARA NEWS- Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Puji Setyowati mengaku prihatin atas munculnya sejumlah masalah sosial yang diakibatkan oleh aktivitas judi online.

Ia berharap para pelaku judi online sadar akan dampak bahaya yang ditimbulkan dari kecanduan judi online.

Diketahui, dalam beberapa tahun terakhir judi online menjadi persoalan serius karena terjadi hampir di setiap wilayah di Indonesia, termasuk di Kaltim. Akses yang mudah ditambah dalam bentuk permainan membuat peminatnya semakin banyak.

Tahun 2022, Indonesia tercatat sebagai negara dengan peringkat pertama, pengguna judi online dengan dua ratus ribu lebih pengguna. Bahkan berdasarkan data PPATK sepanjang 2017 – 2022 total perputaran uangnya mencapai Rp190 triliun.

Baca Juga  Monitoring ke PT KFI, DPRD Kaltim Minta Pembinaan K3 Ditingkatkan

“Sudah banyak kasus akibat kecanduan judi online sangat mempengaruhi mental dan psikis seseorang. Dampak depresi dan stres kalau sering kalah main sudah pasti, belum kalau modal habis harus cari banyak cara agar dapat modal,” ungkap Politikus Partai Demokrat ini, Senin (16/10/2023).

Padahal, kata Puji, tidak ada pecandu judi online yang benar-benar mendapatkan hasil yang menjanjikan sehingga membuat hidupnya sejahtera. Justru sebaliknya, faktanya justru membuat mereka banyak kehilangan uang.

Baca Juga  Agiel Suwarno Ingatkan Masyarakat dan Perusahaan Taat Bayar Pajak Kendaraan

“Kalau sudah sekali menang pasti mau main lagi dan lagi. Modalpun bisa dilipatgandakan tanpa mau berfikir panjang. Tanpa disadari kalau permainan judi online yang merupakan program yang dibuat dan telah diatur sedemikian rupa dimuat untuk memanipulasi emosial seseorang demi meraup keuntungan pribadi sebesar-besarnya,” jelasnya.

Kendati pemerintah telah banyak memblokir situs jejaring judi online akan tetapi masih banyak pula yang baru dan masih berjalan. Pangsa pasar yang besar di indonesia dan mental jalan pintas mencari uang adalah alasan kenapa judi online susuah diberantas.

Oleh sebab itu pihaknya meminta pendidikan dan tokoh agama beserta orangtua untuk saling bersinergi dalam memberikan pemahaman dan pengawasan secara terus menerus agar tidak menjadi korban judi online.

Baca Juga  Atasi Persoalan Petani, HM Syahrun Minta Pemerintah Turun Langsung ke Sawah

(Usman)