Pemprov Kaltim Matangkan Antisipasi Menjelang Natal dan Tahun Baru 2026

Wakil Gubernur Kaltim Ir.H.Seno Aji M.Si.

SAMARINDA.nusantaranews.info – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi momentum Hari Raya Natal 2025, berikut dengan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Seluruh persiapan diarahkan untuk menjaga stabilitas keamanan, kelancaran mobilitas masyarakat, serta ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan selama libur panjang akhir tahun.

Wakil Gubernur Kaltim, Ir.H.Seno Aji, mengakui telah mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama denngan pemerintah pusat yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Seno mengatakan, rakor yang digelar secara daring itu melibatkan seluruh pemerintah daerah, guna menyatukan arah kebijakan nasional menjelang Nataru.

Baca Juga  Wagub Kaltim Seno Aji Tegaskan Sikap Terhadap Aplikator Ojol Tak Kooperatif: “Jika Tak Patuh, Lebih Baik Tutup”

“Kami siap melaksanakan instruksi pemerintah pusat demi memastikan kesiapan Kaltim menghadapi perayaan Nataru tahun ini,” tegas Seno Aji, Rabu (03/12/2025).

Menurut Seno, sebagai langkah tindak lanjut, Pemprov Kaltim akan menggelar rakor lanjutan pada 8 Desember 2025 mendatang bersama dengan Forkopimda, perangkat daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.

Pertemuan tersebut akan difokuskan pada penguatan koordinasi teknis, mulai dari sistem keamanan wilayah, pengaturan arus transportasi, hingga pengawasan harga kebutuhan pokok.

Baca Juga  Rudy Mas’ud-Seno Aji Resmi Pimpin Kaltim: Awal Baru Menuju Generasi Emas 2045

“Koordinasi lintas sektor sangat penting karena Nataru melibatkan banyak aspek, mulai dari transportasi, kesiapsiagaan bencana, hingga pengelolaan arus wisata,” ujar Seno.

Diakhir ia menambahkan, peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Nataru menuntut kesiapan fasilitas publik secara maksimal.

Maka dari itu, seluruh instansi diminta memastikan layanan berjalan dapat berjalan secara optimal.

“Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman. Semua potensi kerawanan harus diantisipasi sejak awal,” tutupnya.

Penulis: Nng/Has