Lapas Kelas IIA Samarinda Dorong Kemandirian WBP Lewat Pertanian dan Peternakan

Ket.foto: Tim Media nusantaranews.info, Nunung Dwi Astutik, S.I.Kom, bersama Kasubsi Bimbingan Kerja Lapas Kelas IIA Samarinda, Ali Yunus, memetik panen sawi mangkok organik di area pertanian lapas.

SAMARINDA, nusantaranews.info — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Samarinda terus mengoptimalkan program pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan pertanian dan peternakan sebagai upaya mendorong kemandirian sekaligus mendukung ketahanan pangan. Aktivitas pembinaan ini terpantau saat Tim media nusantaranews.info menyambangi Lapas Kelas IIA Samarinda pada Senin, (29/12/2025).

Berbagai jenis sayuran dibudidayakan di dalam area lapas, di antaranya tomat, cabai, terong, selada samhong, hingga sawi mangkok dengan sistem hidroponik. Meski keterbatasan lahan, pihak lapas memanfaatkan lahan beranggang seluas sekitar 80 meter persegi untuk kegiatan pertanian tersebut.

Selain sektor pertanian, Lapas Kelas IIA Samarinda juga mengembangkan peternakan ayam petelur serta budidaya ikan lele. Telur ayam dipanen setiap hari, sementara ikan lele dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga binaan melalui dapur lapas.

Baca Juga  Forum Satunusa dari Warga Nahdliyyin Dukung Seno Aji Sebagai Cawagub Kaltim 2024

Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Kelas IIA Samarinda, Ali Yunus, mengatakan program pembinaan ini memiliki dua tujuan utama, yakni menunjang ketahanan pangan sekaligus memberikan keterampilan bagi WBP.

“Selain menunjang ketahanan pangan, kegiatan ini juga memberikan pembinaan kepada WBP. Harapannya, setelah bebas nanti mereka memiliki ilmu, paling tidak di bidang pertanian dan peternakan, sehingga bisa menjadi bekal untuk mandiri,” ucap Ali Yunus.

Ia menambahkan, ke depan pihak lapas berencana mengembangkan program tersebut dengan menambah instalasi hidroponik, kandang ayam, serta meningkatkan kapasitas produksi agar kebutuhan pangan warga binaan dapat terpenuhi secara mandiri.

Sementara itu, salah seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Suprianto, mengaku kegiatan pertanian yang dijalani sangat bermanfaat dan produktif. Menurutnya, proses tanam hingga panen sayuran memakan waktu sekitar satu bulan dan telah dilakukan berkali-kali.

Baca Juga  Potensi Pertanian di Kukar Sangat Besar, Samsun: Itu Bisa Diandalkan di Kaltim

“Manfaatnya bagus, kami sudah panen berkali-kali. Proses tanam sampai panen sekitar satu bulan, paling lambat 40 hari,” kata Suprianto.

“Dengan kegiatan ini, kami jadi punya ilmu bertani. Harapannya nanti bisa dipakai untuk usaha sendiri setelah bebas,” tambahnya.

Sebagai penguatan program, kegiatan pembinaan ini juga merupakan bagian dari program ketahanan pangan sesuai arahan Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda, Yohanis Varianto.

Dikutip dari laman resmi Instagram @lapassamarinda pada (20/11) Sebelumnya, Lapas Kelas IIA Samarinda telah menambah 2.000 ekor bibit ikan lele serta melakukan kontrol rutin terhadap budidaya ikan, tanaman sayuran seperti terong dan tomat, hingga panen sawi mangkok hidroponik.

“Ketahanan pangan adalah prioritas. Kami memastikan WBP mendapatkan gizi yang layak, mulai dari protein ikan hingga vitamin dari sayuran segar yang mereka kelola sendiri,” ujar Kalapas Yohanis Varianto.

Baca Juga  DPW FKBPPPN Kaltim Desak Kemendagri Angkat Honorer Satpol PP Jadi PNS

Melalui penguatan ini, Lapas Kelas IIA Samarinda menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembinaan dan kemandirian warga binaan agar siap kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif.

Penulis: ManEditor: Nng