Festival Lokal Berdampak di Sebulu, 125 Guru Dibekali Keterampilan AI Gemini

Sekretaris K3S Kecamatan Sebulu, Nonok Widyanto, S.Pd., M.Pd bersama para guru saat kegiatan Festival Lokal Berdampak di SDN 011 Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (5/11/2026).

KUTAI KARTANEGARA, nusantaranews.info – Sebanyak 125 guru dan tenaga kependidikan dari delapan sekolah dasar negeri dan swasta yang tergabung dalam Gugus 1 Kecamatan Sebulu mengikuti kegiatan Festival Lokal Berdampak – Gemini Academy 2026 di SDN 011 Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah.

Sekretaris Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Sebulu, Nonok Widyanto, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pengimbasan Gemini Academy 2026 yang bertujuan memperluas akses literasi serta keterampilan penggunaan AI bagi guru dan murid secara masif dan merata.

Menurut Nonok, pelatihan tersebut tidak hanya menjadi wadah peningkatan pengetahuan, tetapi juga sarana berbagi praktik baik bagi para pendidik dalam mengembangkan metode pembelajaran berbasis teknologi.

Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan materi mengenai pemanfaatan berbagai fitur Gemini, mulai dari teknik prompting, pembuatan infografis, storybook, hingga penggunaan berbagai perangkat pendukung Gemini.

Baca Juga  Ananda Emira Moeis Minta Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga Bapokting Jelang Akhir Tahun

“Inti dari kegiatan ini bukan hanya semata-mata untuk mendapatkan sertifikat, tetapi bagaimana hasil yang diperoleh dari pelatihan ini bisa berdampak langsung kepada murid di kelas masing-masing,” jelasnya.

Ia berharap, keterampilan yang diperoleh para guru dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar sehingga proses pembelajaran menjadi lebih mudah, kreatif, dan efektif.

Meski demikian, Nonok mengingatkan bahwa pemanfaatan AI tidak boleh membuat tenaga pendidik bergantung sepenuhnya pada teknologi. Menurutnya, AI harus ditempatkan sebagai alat bantu untuk menunjang tugas guru, bukan menggantikan peran pendidik dalam proses pembelajaran.

“AI itu hanya sebagai alat bantu atau *tools*. Jadi, bukan berarti kita bergantung sepenuhnya pada AI,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga sekitar pukul 14.00 WITA. Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Kutai Kartanegara, doa bersama, serta sambutan dari pengurus KKG dan perwakilan Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Sebulu.

Selanjutnya, peserta mengikuti penyampaian materi dan praktik pemanfaatan Gemini. Dalam prosesnya, peserta mengerjakan tugas melalui Google Classroom dengan pendampingan fasilitator dari SMP Negeri 2 Sebulu Bapak Mariono, S.Pd. dan Tim yang sebelumnya telah mengikuti kegiatan serupa di PKM.

Baca Juga  Seno Aji Akan Panggil Perusahaan Niagamas Gemilang Yang Diduga Serobot Lahan SHM Warga

Pada akhir kegiatan, peserta juga mengikuti ujian sertifikasi sebagai bagian dari program Gemini Academy 2026. Peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat sesuai program sertifikasi yang diikuti.

Nonok menambahkan, kegiatan di Gugus 1 merupakan pelaksanaan terakhir dari rangkaian pengimbasan di Kecamatan Sebulu. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Gugus 2 dan Gugus 3 dengan materi yang berfokus pada pemanfaatan Gemini untuk mendukung pembelajaran.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara yang sebelumnya disampaikan dalam kegiatan di PKM.

Untuk diketahui, Kabupaten Kutai Kartanegara terpilih sebagai salah satu dari 10 daerah di Indonesia yang menjadi lokasi pelaksanaan Festival Lokal Berdampak dalam program Gemini Academy 2026.

Program tersebut digagas Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan REFO. Di tingkat kabupaten, pelaksanaannya dilakukan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara bersama Komunitas Belajar Kukar Pintar Idaman.

Baca Juga  Polsek Sungai Pinang Dukung Swasembada Pangan Nasional, Gelar Penanaman Jagung Serentak

Program tersebut sebelumnya secara resmi dibuka oleh Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri Melalui kegiatan ini, diharapkan peningkatan kompetensi digital para pendidik tidak berhenti pada pelatihan dan sertifikasi, tetapi dapat diterapkan secara nyata untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif dan memberikan manfaat langsung bagi peserta didik.

Penulis: ManEditor: Nng