BALIKPAPAN, nusantaranews.info – Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Kalimantan Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Padat Karya RT 23, Kelurahan Lamaru, Balikpapan, Jumat (2/1).
FGD yang membahas Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) itu dipimpin AKBP Agus Drajat Santoso, S.T. Forum dihadiri Kelompok Tani Jaya Makmur Abadi serta perwakilan warga setempat.
Dalam dialog terbuka tersebut, petani menyampaikan keluhan terkait kelangkaan pupuk bersubsidi dan keterbatasan kuota pupuk yang dinilai menghambat produktivitas pertanian. Menanggapi hal itu, Ditbinmas Polda Kaltim menyatakan komitmennya untuk mendorong koordinasi lintas sektor.
“Kami akan mendorong sinergi antara pemerintah daerah, dinas pertanian, distributor pupuk, dan kelompok tani agar distribusi pupuk bersubsidi dapat berjalan lebih optimal,” ujar perwakilan Ditbinmas Polda Kaltim.
Kompol Sumarlik, S.H., menegaskan pentingnya kerja sama antarinstansi untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian, khususnya di wilayah Lamaru.
“Dengan penataan dan koordinasi yang baik, kami berharap petani dapat kembali memperoleh dukungan yang memadai sehingga produktivitas pertanian meningkat,” katanya.
Selain isu pertanian, forum juga membahas pelayanan kepolisian, termasuk prosedur penindakan pelanggaran lalu lintas. Polisi menjelaskan mekanisme tilang bagi pengendara yang tidak membawa SIM atau STNK saat pemeriksaan.
“Pengendara cukup mengikuti prosedur yang tercantum dalam surat tilang. SIM dan STNK asli dapat ditunjukkan saat proses penyelesaian di loket atau pengadilan, lalu membayar denda sesuai ketentuan,” jelas petugas.
Menutup kegiatan, kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu memastikan kelengkapan surat dan perlengkapan keselamatan sebelum berkendara demi keamanan dan kenyamanan bersama.
Melalui FGD ini, Ditbinmas Polda Kaltim berharap komunikasi antara Polri dan masyarakat semakin erat, sehingga berbagai persoalan dapat diselesaikan secara kolaboratif demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif dan kesejahteraan warga yang berkelanjutan.













