Film Berdurasi Pendek Asal Minang Hasil Karya Ust.Ardi Syahid

PADANG.NUSANTARA NEWS-Jan ditinggaan merupakan bahasa dari suku Minang Sumatera Barat, yang berarti jangan ditinggalkan, di maksud disini adalah jangan ditinggalkan Surau sebuah pesan yang di sampaikan dari judul film pendek yang di buat dan sutradarai sendiri oleh Ustadz Ardi Syahid rumah produksi Faizzah miliknya.

jangan tinggalkan surau ini adalah hasil karyanya yang ketiga, Ustadz Ardi Syahid adalah tokoh masyarakat asli minang yang banyak memiliki peran di tanah kelahirannya itu salah satunya memiliki rumah tahfis dalam mencetak generasi Qurani begitu juga makna dari film pendek yang di buatnya mengandung banyak kebaikan.

Baca Juga  Satresnarkoba Polres Dharmasraya Berhasil Ringkus Warga Pulau Punjung, di Duga Pengedar Narkotika jenis Sabu

Ardi Syahid menjelaskan terkait tujuan di buatnya film pendek ini yakni mengajak seluruh masyarakat untuk mempertahankan serta menghidupkan kembali tradisi menimba ilmu ke Surau sebagai identitas warga minang yang tertuang berdasarkan falsafah minangkabau yakni Adat Basandi Syara’,Syara’ Basandi Kitabullah, karena bagi suku minang Surau tidak hanya di jadikan sebagai ibadah sholat saja namun sebagai lembaga pendidikan sebagai tempat pembinaan pengetahuan.

Baca Juga  Pemusnahan Barang Temuan Obat dan Makanan di Loka POM Kabupaten Dharmasraya

Salah satu pemeran Oktafril mengutarakan perasaanya dalam memainkan peran, menurutnya peran yang dimainkan menjadi sebuah tantangan baru baginya dianggap bertolak belakang dengan kehidupannya.

Diketahui, beberapa film yang di launching oleh Ustadz Ardi Syahid ini adalah sebagai Dakwah bagi nya dalam menebar kebaikan.
(Nng)

Film Berdurasi Pendek Asal Minang Hasil Karya Ust.Ardi Syahid

PADANG.NUSANTARA NEWS-Jan ditinggaan merupakan bahasa dari suku Minang Sumatera Barat, yang berarti jangan ditinggalkan, di maksud disini adalah jangan ditinggalkan Surau sebuah pesan yang di sampaikan dari judul film pendek yang di buat dan sutradarai sendiri oleh Ustadz Ardi Syahid rumah produksi Faizzah miliknya.

jangan tinggalkan surau ini adalah hasil karyanya yang ketiga, Ustadz Ardi Syahid adalah tokoh masyarakat asli minang yang banyak memiliki peran di tanah kelahirannya itu salah satunya memiliki rumah tahfis dalam mencetak generasi Qurani begitu juga makna dari film pendek yang di buatnya mengandung banyak kebaikan.

Baca Juga  HUT ke-52 KSPSI: Kapolri Apresiasi Perjuangan Buruh dan Tekankan Peningkatan Keterampilan

Ardi Syahid menjelaskan terkait tujuan di buatnya film pendek ini yakni mengajak seluruh masyarakat untuk mempertahankan serta menghidupkan kembali tradisi menimba ilmu ke Surau sebagai identitas warga minang yang tertuang berdasarkan falsafah minangkabau yakni Adat Basandi Syara’,Syara’ Basandi Kitabullah, karena bagi suku minang Surau tidak hanya di jadikan sebagai ibadah sholat saja namun sebagai lembaga pendidikan sebagai tempat pembinaan pengetahuan.

Baca Juga  Kapolda Kaltim Ikuti Gowes Tour of Kemala di Yogyakarta, Perkuat Solidaritas Jajaran Polri

Salah satu pemeran Oktafril mengutarakan perasaanya dalam memainkan peran, menurutnya peran yang dimainkan menjadi sebuah tantangan baru baginya dianggap bertolak belakang dengan kehidupannya.

Diketahui, beberapa film yang di launching oleh Ustadz Ardi Syahid ini adalah sebagai Dakwah bagi nya dalam menebar kebaikan.
(Nng)