Kabut Asap Diprediksi Berlangsung hingga Oktober, DPRD Samarinda Dorong Langkah Pencegahan Dini

Kabut asap yang melanda Kota Samarinda

SAMARINDA.nusantaranews.info – Kabut asap yang mulai menyelimuti sejumlah wilayah Kota Samarinda mendapat perhatian dari DPRD Kota Samarinda.

Wakil Ketua III DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, S.H., M.H., mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan karena dampak kabut asap diperkirakan masih berpotensi berlangsung hingga Oktober 2026.

Pihaknya mengatakan paparan asap tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Warga yang tinggal di kawasan dengan kondisi asap lebih pekat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

“Kalau daerahnya terkena dampak asap yang lebih banyak daripada di tempat lain, maka wajib menggunakan masker,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mulai mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau keluhan lain yang diduga dipicu kualitas udara yang memburuk.

Baca Juga  Sri Puji Astuti Soroti Minimnya Anggaran DPPKB, Minta Pembangunan Keluarga Jadi Prioritas

Puskesmas di setiap wilayah diminta menjadi garda terdepan dalam memberikan pemeriksaan dan penanganan awal bagi warga.

Selain mengingatkan masyarakat, Celni menilai pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah yang lebih terukur dalam menghadapi potensi kabut asap yang berlangsung dalam jangka waktu cukup lama.

Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya melalui imbauan, tetapi juga membutuhkan koordinasi lintas instansi. DPRD Samarinda, dijadwalkan bertemu dengan Dinas Kesehatan dan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait untuk membahas strategi penanganan selama satu bulan ke depan.

Pertemuan tersebut bertujuan memastikan kesiapan pemerintah dalam menghadapi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.

“Besok kita akan bertemu dengan dinas terkait. Kita akan melakukan upaya-upaya apa saja yang bisa dilakukan dan mereka akan menyampaikan rencana penanganan selama satu bulan ke depan sampai krisis ini selesai,” jelasnya.

Baca Juga  Maswedi Desak Pemkot Segera Perbaiki Lampu Jalan Mati di Samarinda Utara

Berdasarkan informasi yang diterima DPRD dari Dinas Kesehatan, kabut asap diperkirakan masih berpotensi bertahan hingga Oktober. Dengan kondisi tersebut, pemerintah memiliki waktu sekitar dua bulan untuk menjalankan berbagai langkah mitigasi dan perlindungan bagi masyarakat.

“Jadi ada waktu dua bulan untuk kita bersama-sama melakukan penanganan apa yang bisa kita tangani untuk masyarakat dan apa juga yang bisa dilakukan untuk penanggulangannya,” tambahnya

Ia berharap pemerintah dapat memetakan kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga dengan riwayat penyakit pernapasan.

Baca Juga  Dukung Keberlanjutan Probebaya, DPRD Samarinda Upayakan Kekurangan Anggaran Dipenuhi Melalui APBD Perubahan

DPRD Samarinda juga memastikan akan mengawal upaya pemerintah kota agar langkah pencegahan dan pelayanan kesehatan berjalan optimal selama kabut asap masih melanda Samarinda.

Penulis: Nng