Kaltim  

BAZNAS Kaltim Bantu RTLH Ibu Jaya, Kini Tak Lagi Diteror Banjir dan Tikus

Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim Abdurrahman bersama Kabag Kesra Kota Samarinda Syamsu Nur meresmikan rumah layak huni bagi penerima manfaat program RTLH di Samarinda, Rabu (9/9/2026).

SAMARINDA, nusantaranews.info – Hujan dulu menjadi sumber kecemasan bagi Ibu Jaya. Bukan karena derasnya hujan, melainkan karena air bisa masuk dan menggenangi rumah yang telah ditempatinya selama lebih dari 10 tahun.

Saat banjir datang, perempuan berusia sekitar 60 tahun itu bersama keluarganya terpaksa bergegas meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih aman. Setelah air surut, rumah kembali diperbaiki seadanya.

Belum selesai dengan persoalan banjir, Ibu Jaya juga harus menghadapi gangguan tikus. Kondisi rumah yang lantainya lebih rendah dari permukaan tanah membuat hewan pengerat mudah masuk ke dalam rumah.

Bahkan, tikus berukuran besar pernah jatuh dari plafon saat anggota keluarganya sedang tidur. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari keseharian Ibu Jaya sebelum rumahnya mendapatkan bantuan.

Kini, kondisi itu berubah.

Ibu Jaya berdiri di depan rumah barunya setelah mendapat bantuan renovasi RTLH dari BAZNAS Kaltim dan BAZNAS Kota Samarinda, Rabu (9/9/2026).

Rumah Ibu Jaya di RT 52 Jalan Gerilya, Samarinda, dibangun kembali melalui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kalimantan Timur bersama BAZNAS Kota Samarinda.

Rumah yang sebelumnya memiliki persoalan pada ketinggian lantai dan tata ruang tersebut kini menjadi hunian yang lebih layak. Bangunan dilengkapi dua kamar tidur, dapur dan kamar mandi.

Perubahan itu membuat Ibu Jaya bersyukur. Ia mengaku kini tidak lagi dihantui kekhawatiran ketika hujan turun.

“Saya senang sekali. Alhamdulillah, sekarang saya dibangunkan rumah seperti ini, jadi tidak lagi kebanjiran. Saya juga tidak lagi digigit tikus,” ujar Ibu Jaya.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran BAZNAS yang telah membantu membangun kembali rumahnya.

Baca Juga  Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda Mantapkan Komitmen Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)

“Banyak-banyak terima kasih buat BAZNAS, Bapak-Bapak BAZNAS semua yang sudah membangunkan rumah saya. Mudah-mudahan semuanya mendapatkan rezeki yang banyak dan sehat walafiat,” tuturnya.

Rumah Ibu Jaya menjadi satu dari lima rumah tidak layak huni yang direnovasi BAZNAS Kaltim bersama BAZNAS Kota Samarinda. Kelima rumah tersebut diresmikan secara bersamaan pada Rabu (9/9/2026).

Untuk pembangunan lima rumah tersebut, BAZNAS Kaltim menyerahkan total bantuan senilai Rp250 juta. Bantuan itu menjadi bagian dari kolaborasi bersama BAZNAS Kota Samarinda untuk mewujudkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat yang membutuhkan.

Peresmian dihadiri Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Achmad Suparno dan Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim Abdurrahman. Hadir pula Ketua BAZNAS Kota Samarinda Ahmad Syahir Idris didampingi Wakil Ketua Imam Royani, perwakilan pemerintah kecamatan dan kelurahan, ketua RT, serta Kabag Kesra Kota Samarinda Syamsu Nur.

Dalam kesempatan tersebut, bantuan RTLH secara simbolis diserahkan kepada lima penerima manfaat.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Achmad Suparno SH., MH menyerahkan bantuan rumah layak huni kepada warga penerima manfaat di Samarinda

Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Achmad Suparno mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara BAZNAS Kaltim dan BAZNAS Kota Samarinda dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, untuk salah satu rumah penerima manfaat, BAZNAS Kaltim memberikan bantuan sebesar Rp50 juta. Namun, kebutuhan pembangunan rumah mencapai hampir Rp100 juta sehingga kekurangannya dipenuhi melalui kolaborasi.

“Dengan adanya kolaborasi BAZNAS ini terwujudlah sebuah rumah yang sangat layak untuk dihuni oleh para mustahik kita,” kata Achmad.

Ia berharap dukungan dari para muzaki dan masyarakat melalui zakat maupun infak dapat terus meningkat. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh manfaat dari program BAZNAS.

Baca Juga  Mulya Bistro Resmi Dibuka, Hadirkan Menu Western dengan Harga Bersahabat di Samarinda

Achmad menegaskan, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam mendukung pengentasan kemiskinan di Kalimantan Timur.

Ketua BAZNAS Kota Samarinda Ahmad Syahir Idris menjelaskan, bantuan RTLH berawal dari laporan RT maupun pemerintah setempat terkait kondisi rumah warga yang dinilai tidak layak huni.

Setelah laporan diterima, tim BAZNAS melakukan survei dan verifikasi administrasi untuk memastikan penerima benar-benar memenuhi kriteria.

“Kalau memang itu adalah tanah milik sendiri maka kita akan bantu. Kemudian setelah diverifikasi, tim survei kami datang untuk melakukan perhitungan kira-kira yang mana saja yang bisa dibantu,” jelas Ahmad.

Kondisi rumah Ibu Jaya menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pemberian bantuan. Sebelum dibangun, dapur dan kamar tidur menyatu. Posisi lantai rumah juga lebih rendah dari permukaan tanah sehingga air dan hewan pengerat dapat masuk dengan mudah.

“Setiap hujan kemudian atau air naik, baik dari septic tank dan lain-lainnya, bahkan ada yang dari parit itu masuk ke dalam tempat tidur beliau. Maka dari itu kita mengatakan ini layak dibantu,” ungkapnya.

Karena kondisinya cukup berat, rumah Ibu Jaya dibongkar dan dibangun kembali dari awal dengan posisi bangunan yang ditinggikan.

Sementara itu, nilai pembangunan kelima rumah tersebut berbeda-beda, menyesuaikan kondisi dan tingkat kerusakan masing-masing bangunan. Nilainya berkisar Rp56 juta hingga Rp98 juta.

Ahmad mengatakan, masyarakat Kota Samarinda yang mengalami kondisi serupa dapat mengajukan bantuan melalui RT maupun kelurahan setempat.

Baca Juga  Puji Setyowati Minta Pemprov Kaltim Tingkatkan Pengembangan Sekolah Inklusi

Namun, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Di antaranya, tanah yang ditempati merupakan milik sendiri dan dibuktikan dengan dokumen kepemilikan. Penerima juga harus masuk kategori fakir atau miskin serta tanah tersebut tidak dalam sengketa.

“Kalau ada yang mengalami hal serupa dan ingin bekerja sama dengan BAZNAS, sebenarnya gampang. Tinggal koordinasi dengan RT atau kelurahan setempat, nanti dari pihak kelurahan yang melaporkan kepada kami,” jelasnya.

Untuk semester akhir 2026, BAZNAS Kota Samarinda memfokuskan program pada lima rumah RTLH. Lokasinya tersebar di kawasan Sempaja dan Cendana, Kecamatan Sungai Kunjang.

Bagi Ibu Jaya, bantuan tersebut bukan sekadar memperbaiki bangunan. Rumah baru menjadi tempat untuk memulai kembali kehidupan yang lebih nyaman, tanpa harus berlari setiap kali banjir datang atau merasa khawatir tikus mengganggu waktu istirahat.

Setelah lebih dari satu dekade bertahan dalam kondisi serba terbatas, kini Ibu Jaya bisa menikmati rumah yang lebih layak dengan perasaan yang jauh lebih tenang.

Penulis: man