Sebanyak 1.252 WBP Rutan Samarinda Ikuti Cek Kesehatan dan Skrining TBC

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas I Samarinda mengikuti sambutan Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Timur Endang Lintang Hardiman pada kegiatan cek kesehatan gratis, skrining tuberkulosis (TBC), dan donor darah.

SAMARINDA, nusantaranews.info – Sebanyak 1.252 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda mengikuti kegiatan cek kesehatan gratis dan skrining tuberkulosis (TBC), Senin (3/8/2026). Pada saat yang sama, jajaran pemasyarakatan juga menggelar donor darah yang diikuti para petugas sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.

Kegiatan tersebut melibatkan pegawai dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Timur, Rutan Kelas I Samarinda, Lapas Kelas IIA Samarinda, Lapas Narkotika Samarinda, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Samarinda, serta Lapas Kelas IIA Tenggarong.

Hadir dalam kegiatan itu Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Timur Endang Lintang Hardiman, S.H., M.H., Wakil Wali Kota Samarinda Dr. H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., serta perwakilan Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Puskesmas Sempaja, Polresta Samarinda, BNNK Samarinda, BIN Daerah Kalimantan Timur, Kejaksaan Negeri Samarinda, Pengadilan Negeri Samarinda, Kodim 0901/Samarinda, RS A. Muis, Labkesda Kalimantan Timur, dan para kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan.

Baca Juga  BRI Peduli Salurkan Bantuan kepada 500 Penerima Manfaat, Wujud Komitmen Berbagi untuk Masyarakat

Dalam sambutannya, Endang mengatakan pemeriksaan kesehatan dan skrining TBC merupakan bagian dari upaya preventif untuk mendeteksi penyakit sejak dini sekaligus mencegah penyebaran penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.

“Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan skrining tuberkulosis ini merupakan langkah preventif yang sangat penting. Melalui deteksi dini, kita dapat melakukan penanganan yang cepat, mencegah penularan, serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih sehat, aman, dan produktif,” kata Endang.

Menurut dia, kesehatan merupakan hak dasar setiap orang, termasuk warga binaan. Karena itu, pelayanan kesehatan harus menjadi bagian dari penyelenggaraan pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada penghormatan hak asasi manusia.

Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan donor darah yang diikuti petugas pemasyarakatan juga dinilai sebagai bentuk kepedulian sosial. Endang berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Usai kegiatan, Endang mengungkapkan tingginya antusiasme warga binaan mengikuti pemeriksaan kesehatan. Ia menilai hal tersebut penting mengingat kondisi Rutan Kelas I Samarinda masih mengalami kelebihan kapasitas.

Baca Juga  BAZNAS Samarinda Sambangi MI Negeri 2: Sosialisasikan Program Sedekah Durian

“Kapasitas rutan sekitar 450 orang, sedangkan saat ini dihuni hampir 1.300 warga binaan. Kondisi ini membuat lingkungan pemasyarakatan lebih rentan terhadap penyebaran penyakit menular, terutama tuberkulosis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap warga binaan yang terdeteksi mengidap TBC akan menjalani perawatan di ruang isolasi hingga dinyatakan sembuh. Selama masa pengobatan, konsumsi obat dipantau langsung oleh dokter dan perawat agar terapi berjalan optimal.

Endang berharap pemeriksaan kesehatan dan skrining TBC dapat dilaksanakan secara berkala, sehingga kondisi kesehatan warga binaan maupun petugas terus terpantau dan potensi penyebaran penyakit dapat ditekan.

Sementara itu, Saefuddin Zuhri mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah Kota Samarinda dengan jajaran pemasyarakatan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurut dia, antusiasme petugas dan warga binaan menunjukkan tingginya kepedulian terhadap kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.

“Sinergi seperti ini perlu terus dipertahankan. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak kegiatan yang dapat dilaksanakan bersama untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga binaan maupun petugas,” kata Saefuddin Zuhri.

Baca Juga  Joni Ginting Serukan Kepada Generasi Milenial Agar Tidak Apatis Terhadap Politik

Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kota Samarinda bersama Kanwil Ditjenpas Kalimantan Timur berharap pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan dapat terus ditingkatkan, sekaligus mendukung upaya pencegahan penyebaran penyakit menular di tengah kondisi hunian yang masih mengalami overkapasitas.

 

 

Penulis: man