MALANG, nusantaranews.info – Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi, melakukan pemantauan dan pengawasan persiapan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi di Malang Raya, Sabtu (04/04/2026)
Kegiatan yang digelar di Aula PLHUT Kota Malang tersebut diikuti 68 peserta, terdiri dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kloter, Petugas Haji Daerah (PHD), serta Petugas Ibadah Haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU).
Dalam arahannya, Dendi menegaskan bahwa pengawasan tahun ini akan dilakukan secara lebih ketat dan menyeluruh. Fokus utama mencakup kesiapan dokumen administrasi, skema pemberangkatan, hingga manajemen mitigasi krisis di lapangan.
“Pengawasan dilakukan untuk memastikan tidak ada kendala berarti saat operasional haji dimulai,” ujar Dendi.

Ia menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji merupakan hasil kerja kolektif seluruh pihak, bukan tanggung jawab individu atau satu unit tertentu. Oleh karena itu, ia meminta seluruh petugas menjaga kekompakan dan memperkuat kohesivitas tim.
Menurut Dendi, suasana kerja yang harmonis dan saling mendukung di internal petugas akan berpengaruh terhadap kualitas pelayanan dan empati kepada jemaah di Tanah Suci.
“Sesuatu yang besar harus dimulai dari semangat yang besar pula. Saya instruksikan seluruh petugas untuk menjaga kekompakan dan menumbuhkan kepedulian antarsesama,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya saling membantu di antara petugas, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“Kehadiran kita adalah untuk memastikan jemaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan mabrur,” lanjutnya.
Selain pemantauan, kegiatan ini juga menjadi forum koordinasi antar pemangku kepentingan di Malang Raya guna menyamakan persepsi serta langkah taktis di lapangan.
Melalui pengawasan yang diperketat dan koordinasi yang solid, diharapkan penyelenggaraan ibadah haji 2026 dapat berjalan lancar dan memberikan pelayanan optimal bagi jemaah.













