Pelatihan Daur Ulang Bangkitkan Kemandirian Disabilitas Samarinda

SAMARINDA.nusantaranews.info– Semangat dan optimisme terpancar dari wajah para penyandang disabilitas yang mengikuti pelatihan daur ulang sampah dan kewirausahaan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh EO Sinar Intan bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan Kota Samarinda, berlangsung selama tiga hari, mulai 7-9 Mei 2025, di Café dan Resto Basoda.

Pelatihan tersebut menjadi momentum penting dalam membekali para peserta dengan keterampilan praktis untuk menciptakan peluang mandiri secara ekonomi melalui pengelolaan dan pemanfaatan sampah.

CEO Sinar Intan, Henny Amiroeddin, menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teknik pengolahan sampah, tetapi juga membangkitkan semangat berkarya dan membuka pintu kewirausahaan bagi para penyandang disabilitas.

Baca Juga  Karang Taruna Gempur Samarinda Kembangkan Model Ekonomi Hijau Untuk Ketahanan Pangan Dan Pakan Berkelanjutan

“Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai, sebenarnya memiliki potensi ekonomi tinggi jika diolah dengan kreatif dan tepat,” terang.

Heny meyakini keterampilan yang diberikan dalam pelatihan ini mampu memberdayakan peserta untuk hidup mandiri, bahkan berpotensi menciptakan lapangan kerja bagi sesama penyandang disabilitas.

Sementara itu, Koordinator Penempatan Tenaga Kerja Dinas Ketenagakerjaan Kota Samarinda, Santi, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program tahunan yang didanai melalui APBD Kota Samarinda.

“Tahun ini, pelatihan difokuskan bagi penyandang disabilitas, mengingat keterbatasan fisik kerap menjadi tantangan saat melamar di sektor kerja formal,” jelas Santi.

Baca Juga  Polsek Sungai Pinang Intensif Kawal Distribusi Program Makan Bergizi Gratis di Samarinda

Dari sekitar 1.700 penyandang disabilitas yang terdata di Kota Samarinda, baru 18 orang yang bisa mengikuti pelatihan kali ini. Ia berharap, di tahun-tahun mendatang program ini bisa menjangkau lebih banyak peserta dengan dukungan anggaran yang lebih besar.

Selama pelatihan, peserta belajar cara memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah menjadi produk bernilai jual. Setiap sesi pelatihan diikuti dengan antusias dan disertai penerjemah bahasa isyarat untuk memastikan seluruh materi tersampaikan secara inklusif.

Program ini juga sejalan dengan Gerakan Masyarakat Mendaur Ulang Sampah (GEMASS) yang telah dicanangkan oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Baca Juga  700 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Samarinda Ikuti Peringatan Isra Mi’raj