SAMARINDA, nusantaranews.info — Sebanyak 700 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Samarinda mengikuti peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di lingkungan lapas, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian keagamaan bagi warga binaan.
Peringatan Isra Mi’raj tersebut menghadirkan penceramah agama Ali Zainal Abidin Balgohits Ba’ Alawy . Dalam tausiyahnya, ia mengangkat tema meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala melalui hikmah peristiwa Isra Mi’raj. Menurutnya, Isra Mi’raj merupakan perjalanan iman yang mengajarkan umat Islam untuk semakin menguatkan keyakinan dan ketaatan kepada Allah.
“Isra Mi’raj adalah cara Allah Subhanahu Wa Ta’ala menggembirakan hati Nabi Muhammad SAW setelah melalui masa kesedihan. Dengan memperingatinya, kita ikut andil menggembirakan hati Rasulullah,” ujarnya.
Ali Zainal Abidin menegaskan bahwa warga binaan tidak boleh dipandang berbeda. Semua adalah hamba Allah dan umat Rasulullah SAW yang memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri. Ia mengajak seluruh pihak untuk merangkul warga binaan sebagai pribadi yang tengah mencari hidayah dan petunjuk.
“Rahmat Allah itu luas dan pintu taubat selalu terbuka. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menggugah hati warga binaan untuk terus berbuat kebaikan dan meninggalkan perbuatan yang dibenci Allah,” katanya.
Ia juga menilai pembinaan keagamaan di dalam lapas sangat penting sebagai benteng moral. Melalui pembinaan iman, pemahaman rukun Islam, serta tata cara salat dan puasa yang benar, diharapkan warga binaan memiliki pegangan kuat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Menjelang bulan suci Ramadan, Ali Zainal Abidin mengajak warga binaan untuk memanfaatkan momentum tersebut dengan memperbanyak ibadah, menjaga puasa, memperbanyak membaca Al-Qur’an, serta mengisi waktu dengan kegiatan positif. “Ramadan adalah kesempatan besar untuk bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda Yohanis Varianto melalui Kepala Seksi Pembinaan dan Pendidikan (Kasi Binadik) Pariadi mengatakan peringatan Isra Mi’raj merupakan agenda rutin yang terus dilaksanakan setiap tahun. Tidak ada perbedaan signifikan dengan tahun-tahun sebelumnya, kecuali pengisi tausiyah.
“Kegiatan ini masuk dalam program pembinaan kepribadian. Pembinaan keagamaan juga menjadi bagian dari penilaian agar setelah bebas nanti, warga binaan memiliki manfaat dan mampu kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” jelas Pariadi.
Ia menambahkan, Lapas Kelas IIA Samarinda juga memiliki blok pesantren yang diikuti sekitar 50 warga binaan. Di blok tersebut, warga binaan rutin mengikuti pengajian, zikir, dan ceramah keagamaan, termasuk pada malam Kamis atau malam Jumat.

“Harapan kami, terjadi peningkatan keimanan dan ketakwaan warga binaan. Isra Mi’raj ini juga mengingatkan kembali pentingnya salat sebagai perintah utama dalam Islam,” pungkasnya.
Kegiatan peringatan Isra Mi’raj tersebut turut dihadiri Kepala Seksi Pembinaan dan Pendidikan (Kasi Binadik), Kepala Pengamanan Lapas (KPLP), Kepala Seksi Kegiatan Kerja, seluruh kepala subseksi (Kasubsi), serta seluruh staf pegawai Lapas Kelas IIA Samarinda. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti mahasiswa program magang graduate dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda.













