
SAMARINDA.NUSANTARA NEWS – Penghasilan petani milenial bisa mencapai Rp10-15 juta setiap bulannya, tidak kalah bersaing dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Ir. Seno Aji.
Pria kelahiran Semarang itu memperhatikan perkembangan petani milenial di Bumi Etam. Terutama, di daerah pemilihan (dapil) wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Menurutnya, Perkembangan luar biasa ini menjadi bukti nyata dari sektor pertanian yang dibalut dengan kemajuan teknologi masa kini
Generasi muda ini lanjut Seno, telah berhasil menunjukkan bahwasanya potensi besar yang terdapat di bidang pertanian bisa diwujudkan siapa pun. “Penghasilan mereka lebih besar dari PNS, bahkan sebulan bisa mencapai Rp10-15 juta, ini luar biasa keren,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa semua pihak harus terus memberikan dorongan kepada anak-anak muda di tengah gejolak zaman yang semakin global dan serba digital ini. Supaya, mereka lebih tertarik pada dunia pertanian.
“Di Kutai Kartanegara anak mudanya sangat berantusias terhadap pertanian. Tapi karena ini era globalisasi, jadi mereka harus kita bimbing supaya bisa memasarkan produk-produk di startup-startup yang ada,” jelasnya.
Misi utama politikus Gerindra ini, tidak lain adalah untuk membantu dan membimbing petani milenial dalam mengelola pertanian berbasis digital. Dengan kata lain, mereka harus bisa memasarkan produknya melalui platform online.
“Kita ingin mereka bergerak menuju platform online, meninggalkan pola perdagangan konvensional. Cara ini akan membuka pintu bagi peningkatan pendapatan mereka secara signifikan,” terangnya.
Kedepannya, ia akan terus berupaya menarik minat anak-anak muda tak hanya di Kutai Kartanegara. Namun, di seluruh Provinsi Kaltim.
Tentunya, Seno akan memberikan panduan pada anak-anak muda dalam menjual produk-produknya melalui startup yang sudah ada atau bahkan merintis bisnis mereka sendiri.
“Ada banyak yang berhasil, beberapa yang lain ada juga yang kurang berhasil. Nanti itu yang akan kita dekati kembali, kira-kira apa saja kekurangan-kekurangan yang harus kita bantu kedepannya,” paparnya.
(Nng/Lyd)













