SAMARINDA, nusantaranews.info – Upaya melestarikan wastra lokal terus digelorakan di Kalimantan Timur. Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK) sekaligus Rumah Cantik Mutiara Indah bersama Dewan Budaya Nusantara menggelar peragaan busana bertajuk Kebaya Nusantara dengan Sarung Samarinda, menghadirkan puluhan model dari berbagai kalangan, mulai remaja putri hingga ibu-ibu.
Perancang kebaya sekaligus pimpinan LPK Mutiara Indah, Hj. Rina Ramli, menjelaskan kegiatan ini bertujuan mengajak masyarakat untuk lebih mencintai produk dalam negeri, khususnya sarung Samarinda yang telah menjadi identitas budaya Kalimantan Timur.
“Sarung Samarinda harus kita lestarikan. Saya masih punya koleksi sarung yang dipakai sejak usia 10 tahun, sampai sekarang tetap bagus karena bahannya kuat dari serat asli. Itu membuktikan kualitasnya luar biasa,” ungkap Rina usai mengikuti acara penutupan Kaltim Expo 2025 di Convention Hall Samarinda, Sabtu (30/8/2025).

Dalam peragaan tersebut, ditampilkan 12 model kebaya Nusantara rancangan Mutiara Indah yang dipadupadankan dengan sarung Samarinda. Sejumlah model turut memperlihatkan kebolehannya berjalan di atas catwalk panggung megah, termasuk staf Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Sella, bersama rekannya Naeva Zahirah. Penampilan keduanya menambah semarak suasana sekaligus memperlihatkan bahwa kebaya dan sarung Samarinda bisa dikenakan oleh siapa saja, dari berbagai kalangan.
Karya para perajin UMKM lokal terlihat serasi dan elegan saat diperagakan, menghadirkan nuansa tradisional yang berpadu dengan sentuhan modern.
“Alhamdulillah hasil karya pengrajin kita semakin indah saat dipadukan dengan kebaya. Terlihat cantik dan menarik, membuktikan bahwa wastra daerah bisa tampil berkelas,” tambahnya.
Rina menyebut acara ini juga melibatkan sejumlah organisasi perempuan, di antaranya Perempuan Indonesia Maju, Persatuan Wanita Samarinda Seberang, Persatuan Wanita Bone, serta pelajar SMK jurusan Tata Kecantikan. Antusiasme peserta, mulai dari remaja hingga ibu-ibu, membuat suasana acara semakin meriah.

Menurutnya, partisipasi generasi muda dalam kegiatan budaya seperti ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan.
“Kemarin terlihat anak-anak SMK tampil mengenakan kebaya dengan sarung Samarinda. Itu membanggakan, karena sejak dini mereka terbiasa mencintai produk daerah,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak masyarakat Kaltim untuk menjadikan kebaya dan sarung Samarinda sebagai bagian dari kebanggaan budaya daerah.
“Cintailah kebaya, bangga menggunakan kebaya, dan jangan lupa padukan dengan sarung Samarinda,” pungkasnya.













