SAMARINDA.nusantaranews.info – Isu dugaan pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di kawasan Jalan Gerilya, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, akhirnya terjawab. Aparat dari Polsekta Sungai Pinang turun langsung ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi yang sempat ramai di media sosial.
Dari hasil pengecekan di lapangan, mesin ATM tersebut dipastikan bukan menjadi sasaran kejahatan. Kondisinya diketahui sudah lama rusak dan tidak lagi beroperasi.
Salah satu asisten toko di sekitar lokasi, Aan, mengungkapkan bahwa mesin ATM itu memang telah mengalami gangguan sejak lebih dari satu bulan lalu.
“Sudah lama rusak, kurang lebih sebulan lebih. Memang sudah sulit digunakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski dalam kondisi bermasalah, masih ada sebagian warga yang nekat mencoba menggunakannya. Namun tak sedikit pula yang memilih mencari ATM lain karena khawatir kartu mereka tertelan.
“Masih ada yang pakai, tapi banyak juga yang ragu,” jelasnya.
Menurut Aan, pihak bank sebenarnya sudah sempat datang untuk melakukan pengecekan. Namun hingga kini, mesin tersebut belum juga diganti.
Kapolsekta Sungai Pinang, Aksaruddin Adam, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung setelah informasi tersebut viral.
“Kami sudah cek di lokasi. Berdasarkan keterangan vendor dan petugas keamanan, mesin itu memang sudah lama rusak dan sudah diberi tanda tidak bisa digunakan,” terangnya.
Ia menegaskan, tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam kejadian tersebut, termasuk dugaan pembobolan ataupun kehilangan uang.
“Tidak ada kerugian. Ini murni kerusakan mesin,” tegasnya.
Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) guna memastikan kondisi tersebut. Hasilnya, dipastikan tidak ada dana yang hilang akibat kerusakan ATM tersebut.
Meski demikian, polisi tetap melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kerusakan secara menyeluruh. Dalam waktu dekat, mesin ATM itu direncanakan akan segera dievakuasi agar tidak lagi digunakan oleh masyarakat.
Sebelumnya, video kondisi ATM tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran warga karena diduga menjadi korban pembobolan. Namun setelah dilakukan pengecekan langsung, dipastikan tidak ada unsur kriminal dalam peristiwa tersebut.













