BPMP Kaltim Tampilkan Hasil Revitalisasi SMPN 2 Samarinda Senilai Rp2,5 Miliar

Kepala BPMP Kaltim Jarwoko bersama Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, jajaran pemerintah daerah, tamu undangan, dan perwakilan SMPN 2 Samarinda usai kegiatan Gelar Griya Sekolah Penerima Revitalisasi 2026 di SMPN 2 Samarinda.

SAMARINDA, nusantaranews.info– Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Gelar Griya Sekolah Penerima Revitalisasi Tahun 2026 di SMP Negeri 2 Samarinda, Jalan Ahmad Dahlan, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung hasil revitalisasi bangunan sekolah serta pemanfaatan fasilitas pembelajaran, termasuk Papan Interaktif Digital (PID).

SMPN 2 Samarinda menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp2,5 miliar pada 2026. Anggaran tersebut digunakan untuk merehabilitasi 19 ruang belajar dan satu ruang toilet guna menunjang kenyamanan kegiatan belajar mengajar.

Acara diawali dengan pertunjukan tari daerah yang dibawakan siswi SMP Negeri 2 Samarinda, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan seremonial dan peninjauan ruang belajar yang telah mendapatkan bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, Plt Asisten I Pemerintah Kota Samarinda Suwarso, Ketua PGRI Kota Samarinda Asli Nuryadin, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda Eko Suprayetno, Ketua IKA SMP Negeri 2 Samarinda Dr. Ibnu Araby, serta unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, ketua RT, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.

Kepala BPMP Kaltim Dr Jarwoko M.Pd mengatakan, revitalisasi SMP Negeri 2 Samarinda menjadi salah satu program yang memiliki keunikan karena dilaksanakan selama dua tahun berturut-turut. Revitalisasi lanjutan dilakukan sebagai respons terhadap kebakaran yang melanda sekolah tersebut.

“Jadi Revitalisasi yang dilakukan di SMP Negeri 2 ini termasuk Revit yang agak unik karena 2 tahun berturut-turut ya. Memang yang kedua itu karena kebakaran dan kita segera merespons. Memang kalau kebakaran masuk kategori bencana ya. Jadi, yang bencana itu harus diprioritaskan,” ujar Jarwoko.

Menurutnya, revitalisasi sekolah tidak hanya berfokus pada perbaikan bangunan, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi siswa. Kondisi tersebut dinilai penting agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal.

“Dan Revit ini sebenarnya kan yang paling penting itu adalah menyediakan satu layanan supaya anak-anak itu merasa nyaman ya. Jadi, kenyamanan itu yang paling penting karena kenyamanan akan menjadi perantara bagi anak-anak belajar lebih bermakna. Itu yang diharapkan seperti itu,” jelasnya.

Baca Juga  Agus Aras Minta Pemkab Kutim Tertibkan Pedagang di Pasar Tumpah Sangatta Utara

Jarwoko menjelaskan, program revitalisasi merupakan bagian dari program pemerintah yang dapat diberikan kepada sekolah negeri maupun swasta, terutama satuan pendidikan yang masih memiliki fasilitas tidak layak.

“Ini ada ikatan perbaikan fasilitas melalui revitalisasi. Itu diberikan kepada semua sekolah baik negeri maupun swasta. Terutama sekolah-sekolah yang masih dalam kategori tidak layak. Umpamanya tidak memiliki toilet. Kemudian ruangan kelasnya itu banyak yang rusak,” katanya.

Selain memperbaiki ruang kelas yang rusak, program tersebut juga dapat digunakan untuk menambah ruang kelas baru bagi sekolah yang sudah tidak mampu menampung jumlah siswa.

“Karena prinsipnya kan pemerintah ingin memberikan perluasan layanan. Jadi, pelayanan diperluas. Diharapkan semua anak itu bisa bersekolah. Dan enggak boleh ada anak usia sekolah yang tidak sekolah,” lanjutnya.

Terkait jumlah sekolah penerima revitalisasi di Kalimantan Timur, Jarwoko memperkirakan jumlahnya telah mencapai ratusan sekolah. Namun, ia mengaku belum menghafal angka pasti penerima program tersebut.

Ia menambahkan, bantuan revitalisasi dapat mencakup pengadaan mebel atau perabot sekolah. Jenis bantuan disesuaikan dengan kebutuhan yang diajukan sekolah dan hasil verifikasi di lapangan.

“Jadi, yang Revit itu kalau dilakukan rehab biasanya menunya itu ada yang bersamaan dengan mebelair. Menunya ada juga yang tidak mebelair. Jadi, sebenarnya sekolah nanti mengajukan. Itu ada berbagai macam menu. Tinggal milih saja. Nanti setelah milih baru dilakukan verifikasi,” terangnya.

Dalam pelaksanaan program revitalisasi, pemerintah memprioritaskan sekolah yang terdampak bencana serta sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Iya, memang diprioritaskan. Pemerintah memprioritaskan ada 2 ya. Pertama, prioritas itu adalah bencana. Jadi, kalau kena bencana itu diprioritaskan. Ya. Terus yang kedua, prioritasnya adalah daerah-daerah 3T ya. Daerah 3T itu yang tidak terjangkau dia dapat bonus,” kata Jarwoko.

Ia berharap program tersebut dapat membantu pemerataan layanan pendidikan, terutama bagi sekolah yang masih mengalami keterbatasan fasilitas.

Selain revitalisasi bangunan, pemerintah juga mendorong digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan Papan Interaktif Digital (PID).

Jarwoko menjelaskan, sekolah yang bersedia menerima perangkat tersebut harus mengisi formulir kesediaan. Apabila sekolah yang telah memiliki fasilitas memadai tidak membutuhkan tambahan perangkat, bantuan dapat dialihkan kepada sekolah lain yang lebih membutuhkan.

Baca Juga  Sapu Bersih Narkoba! Kapolresta Samarinda Pimpin Pemusnahan Barang Bukti Senilai Miliaran

Di SMP Negeri 2 Samarinda, satu unit PID telah diterima pada tahun sebelumnya. Pada 2026, sekolah tersebut mendapatkan alokasi tambahan lima unit.

“Tahun ini kan pemerintah menargetkan 3 PID ya. PID itu jadi kalau tahun kemarin itu 1 ditambah sekarang 3. Tapi ternyata ada yang 5 seperti SMP ini 5,” ujarnya.

Perangkat tersebut digunakan untuk menunjang pembelajaran interaktif. Saat peninjauan, rombongan juga melihat pemanfaatan PID dalam pembelajaran bahasa Inggris.

Jarwoko menegaskan, program digitalisasi diharapkan dapat memperluas pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar, dengan tetap menyesuaikan kebutuhan masing-masing sekolah.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri SE., MM mengapresiasi pelaksanaan revitalisasi di SMP Negeri 2 Samarinda. Ia menilai hasil pembangunan dapat dilihat langsung melalui kondisi ruang kelas dan kelengkapan fasilitas yang kini lebih layak digunakan.

“Dan ini semua alhamdulillah bisa dilihat sendiri revitalisasinya untuk SMP 2 menunjukkan kelas yang alhamdulillah amat sangat layak untuk ditempati perlengkapannya dan lain sebagainya. Dan ini gedung juga dibangun oleh Kota Samarinda yang kemarin ada kebakaran,” ujar Saefuddin.

Ia berharap kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Samarinda.

“Dan semoga itu kinerja kebersamaan itu yang diharapkan dari pusat, provinsi dan daerah. Tentunya itu bisa sinergi untuk membangun daerah kita masing-masing, membangun kota kita yang kita cintai, Kota Samarinda,” katanya.

Saefuddin juga mendorong agar revitalisasi dapat menjangkau sekolah-sekolah lain yang membutuhkan perbaikan fasilitas.

“Ya, intinya kalau dorongan revitalisasi itu tentunya banyak banget. Kita nanti kita koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan BPMP bisa kerja sama. Dan mungkin kita sampaikan masukan-masukan apa yang ada di yang kita harapkan untuk Kota Samarinda mana yang direvitalisasi,” ungkapnya.

Ia berharap koordinasi tersebut dapat mempermudah pengajuan bantuan bagi sekolah yang membutuhkan.

“Dan diberikan kemudahan lah untuk revitalisasi untuk anak-anak bangsa yang ada di Kota Samarinda,” ucapnya.

Baca Juga  Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda Mantapkan Komitmen Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)

Dukungan terhadap pembaruan fasilitas sekolah juga disampaikan orang tua siswa, Syarifah Rugaiyah Al Attas. Ia menilai, perubahan kondisi gedung dan penggunaan fasilitas digital memberikan dampak positif bagi kenyamanan anak-anak saat belajar.

“Anak-anak senang dengan fasilitas yang baru. Dengan adanya sistem digital yang baru juga, anak-anak pasti senang. Itu membantu mereka untuk belajar,” ujarnya.

Menurut Syarifah, kondisi gedung yang lebih baik turut membuat siswa lebih betah di sekolah dan memberikan rasa aman bagi orang tua.

“Kalau gedungnya bagus, belajarnya juga merasa enak. Suasana yang aman dan nyaman, anak-anak juga pasti betah untuk belajar. Kita orang tua juga merasa aman, merasa senang dengan keadaan yang baru sekarang,” katanya.

Gelar Griya Sekolah Penerima Revitalisasi 2026 merupakan bagian dari upaya memperkenalkan capaian program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kepada masyarakat, sekaligus menandai dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih.

Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat menyaksikan langsung perubahan fasilitas sekolah dan pemanfaatannya dalam mendukung pembelajaran, termasuk digitalisasi pendidikan melalui Papan Interaktif Digital.

BPMP Kaltim berharap fasilitas yang telah diperbaiki dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal agar manfaatnya dirasakan secara berkelanjutan oleh guru maupun siswa.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud apresiasi dan rasa terima kasih atas kerja nyata serta konsistensi program pembangunan pendidikan selama dua tahun kepemimpinan Kabinet Merah Putih dalam mendorong pemerataan fasilitas sekolah yang berkualitas.

 

 

Penulis: manEditor: nng