Truk Sembako Terguling di Atas Kapal Dharma Kartika IX, Enam Korban Jiwa Tercatat

ket. foto: Petugas SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban kecelakaan truk sembako yang terguling di dalam Kapal Dharma Kartika IX saat sandar di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (27/1/2026).

BALIKPAPAN, nusantaranews.info — Kecelakaan dengan penanganan khusus terjadi di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur, setelah sebuah truk bermuatan sembako terguling di dalam Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Kartika IX saat proses sandar. Insiden tersebut mengakibatkan enam orang menjadi korban, terdiri dari tiga korban selamat dan tiga korban meninggal dunia.

Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kantor SAR) Balikpapan bersama unsur SAR gabungan kembali menemukan dua korban tambahan pada Selasa sore (27/1/2026). Korban kedua ditemukan pada pukul 14.45 WITA atas nama Nurlina (42), disusul korban ketiga pada pukul 14.50 WITA atas nama Nani (65). Keduanya ditemukan di area dek kapal setelah dilakukan proses pencarian dan assessment lanjutan.

Baca Juga  Polsek Sungai Pinang Dukung Swasembada Pangan Nasional, Gelar Penanaman Jagung Serentak

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Dody Setiawan, S.T., M.M., membenarkan penemuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi oleh tim SAR untuk selanjutnya diserahkan kepada ambulans dan dibawa ke RS Bhayangkara Balikpapan.

“Dengan ditemukannya dua korban tambahan ini, total korban dalam kejadian kecelakaan dengan penanganan khusus berjumlah enam orang. Tiga korban selamat telah dievakuasi lebih dahulu dan mendapatkan penanganan medis, sementara tiga lainnya dinyatakan meninggal dunia,” ujar Dody saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.

Baca Juga  Pelantikan Pengurus IKA UNHAS Samarinda, Dorong Sinergi Tingkatkan Kesehatan Kota

Operasi pencarian dan evakuasi melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan, BPBD Kota Balikpapan, INAFIS Balikpapan, Polair Polda Kalimantan Timur, Polair Polresta Balikpapan, Lanal Balikpapan, Brimob Polda Kalimantan Timur, Babinsa, Bhabinkamtibmas, KSOP Balikpapan, KP3 Pelabuhan Balikpapan, Balai Karantina dan Kesehatan Balikpapan, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, serta PMI Kota Balikpapan.

Seluruh unsur bekerja secara terpadu untuk memastikan proses evakuasi korban berlangsung aman, cepat, dan sesuai dengan prosedur keselamatan, mengingat kondisi kejadian berada di dalam kapal dengan ruang gerak terbatas.

Setelah seluruh korban berhasil ditemukan dan dilakukan assessment menyeluruh, operasi SAR diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur SAR selanjutnya dikembalikan ke satuan masing-masing dan melanjutkan kesiapsiagaan.